Ekonomi Syariah DIY Akan Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Halal

Ekonomi Syariah DIY Akan Perkuat Pariwisata dan Ekonomi HalalKetua Umum PW MES DIY, Heroe Poerwadi (keempat dari kiri) dalam acara pelantikan PW MES DIY di Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (19/8/2021). - Ist/Humas PW MES DIY
20 Agustus 2021 02:17 WIB Sirojul Khafid Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES) DIY akan perkuat sektor pariwisata dan ekonomi halal di DIY. Menurut Ketua Umum PW MES DIY, Heroe Poerwadi, saat ini banyak negara yang berebut dalam pengembangan ekonomi syariah.

Hal ini menjadi peluang bagi DIY yang juga memiliki banyak sektor pariwisata. Sehingga pembangunan fasilitas pariwisata ke depan bisa mengacu pada wisata halal. “Selama ini [dunia pariwisata halal] sudah banyak diperebutkan negara-negara di dunia,” kata Heroe dalam pelantikan PW MES DIY periode 1442 – 1445 Hijriah, Kamis (19/8/2021).

“Ini menjadi penting bagi kita untuk bisa mengjangkau wisatawan dari berbagai negara untuk datang ke Indonesia, untuk menikmati wisata halal yang ada di Indonesia, termasuk di DIY.”

Baca juga: Pemkab Sleman Siapkan Skenario Mal Beroperasi secara Terbatas

Meski baru dilantik hari ini, pengurus baru sudah selenggarakan rapat sejak akhir Juni 2021. Hal ini untuk secepatnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat DIY, terlebih di masa pandemi Covid-19. Ke depan MES DIY akan fokus pada potensi-potensi yang saat ini ada, termasuk peningkatan sumber daya manusia.

Menurut data yang ada, Indonesia masuk empat besar pemain ekonomi syariah dunia. Namun saat ini baru bisa berkontribusi sebesar 3,8 persen atau 2,1 triliun dolar Amerika Serikat. Sementara dari sisi konsumsi, Indonesia mencapai 10 persen dari pasar ekonomi syariah di dunia.

“Tentu ini tantangan yang besar, tantangan bagi kami semua untuk menjadi produsen produk halal dunia. Kita perlu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor yang saat ini menjadi rebutan dari berbagai negara dunia,” kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Jogja.

Baca juga: Tarif 4 Ruas Tol Trans Jawa Naik Hari Ini

Saat ini produsen produk halal masih berasal dari negara-negara yang bukan mayoritas penduduknya muslim. Sebagai contoh, pakaian muslim masih didominasi China, kosmetik oleh Korea Selatan, dan industri halal oleh Jepang.

DIY mempunyai potensi dari berbagai sektor seperti pakaian, pertanian, kuliner, dan lainnya. Dalam hal pakaian, DIY masuk tiga besar dunia. “Ini menjadi penting juga untuk bisa didorong agar potensi meningkat dan bisa menjadi ekportir,” katanya.

Sekretaris Umum PW MES DIY, Edi Sunarto menambahkan apabila pelantikan MES DIY kali ini sebagai bagian rangkaian kegiatan kepengurusan sebelumnya. “Heroe Poerwadi dipilih sebagai Ketua Umum PW MES DIY melalui Musyawarah Wilayah MES DIY pada tanggal 13 Maret 2021. Dia menggantikan Mursyidah Rambe,” katanya.