Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah, PPIH Lakukan Pencarian
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Wajib pajak bisa memanfaatkan fitur NPWP Elektronik dengan login ke situs pajak.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA — Nilai penghasilan tidak kena pajak atau PTKP akan menjadi batas penentu pemakaian nomor induk kependudukan atau NIK sebagai nomor pokok wajib pajak atau NPWP orang pribadi. NIK akan digunakan terhadap wajib pajak dengan pendapatan di atas PTKP.
Kebijakan untuk menjadikan NIK dari kartu tanda penduduk (KTP) sebagai NPWP tercantum dalam draf Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP), yakni Bab II Pasal 2 (1a). Draf itu sendiri telah disepakati oleh Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR.
BACA JUGA : Presiden Jokowi Teken Perpres Kewajiban Rahasiakan NIK
"Nomor Pokok Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Wajib Pajak orang pribadi yang merupakan penduduk Indonesia menggunakan nomor induk kependudukan," tertulis draf RUU HPP, yang dikutip pada Selasa (5/10/2021).
RUU itu tidak mengatur secara khusus mengenai kriteria penggunaan NIK sebagai NPWP wajib pajak. Namun, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menjelaskan bahwa penggunaan NIK hanya berlaku bagi wajib pajak dengan pendapatan di atas PTKP.
"Aktivasi hanya dilakukan bagi mereka yang sudah memperoleh penghasilan di atas PTKP," tulis Yustinus dalam akun Twitternya, Senin (4/10/2021).
NIK akan digunakan sebagai NPWP. Jangan khawatir. Justru ini untuk efektivitas administrasi dan pelayanan publik. Aktivasi hanya dilakukan bagi mereka yang sudah memperoleh penghasilan di atas PTKP. pic.twitter.com/csGk8dDnF4
— Prastowo Yustinus (@prastow) October 4, 2021
Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, PTKP merupakan batas penghasilan bagi seorang wajib pajak untuk digunakan dalam perhitungan pajak. Besarnya PTKP ditentukan berdasarkan status wajib pajak pada awal tahun pajak yang bersangkutan.
Besaran PTKP ditentukan berdasarkan status perkawinan wajib pajak dan tanggungan anggota keluarga. Terdapat perbedaan PTKP antara wajib pajak yang lajang, lajang dan memiliki tanggungan anggota keluarga, serta yang sudah menikah.
Tanggungan anggota keluarga hanya berlaku bagi anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus dan anak angkat, paling banyak tiga orang untuk setiap keluarga. Hubungan sedarah lurus misalnya ayah, ibu, dan anak kandung, sedangkan hubungan semenda lurus misalnya mertua dan anak tiri.
RUU HPP mengatur bahwa batas paling rendah PTKP per tahun adalah Rp54 juta untuk wajib pajak pribadi. Artinya, seseorang yang total pendapatannya dalam satu tahun di atas Rp54 juta akan kena pajak, dan sebaliknya, yang berada di bawah Rp54 juta akan bebas pajak.
BACA JUGA : Begini Cara Mudah Dapatkan NPWP
"PTKP per tahun diberikan paling sedikit Rp54 juta untuk diri wajib pajak orang pribadi, Rp4,5 juta tambahan untuk wajib pajak yang kawin," dikutip dari RUU HPP.
Adapun, terdapat nilai tambahan Rp54 juta bagi istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami, sehingga PTKP gabungan suami dan istri yang sama-sama berpenghasilan adalah Rp108 juta. Lalu, terdapat tambahan Rp4,5 juta untuk setiap anggota keluarga sedarah dan semenda yang menjadi tanggungan sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Kasus DBD Sleman turun menjadi 109 hingga Oktober 2026. Dinkes mengingatkan warga rutin melakukan 3M Plus saat musim hujan.
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto divonis 5 tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp3,87 miliar terkait pengurusan laporan pertambangan.
Sufmi Dasco Ahmad membantah isu dirinya menjadi cawapres. Dia menduga kabar tersebut muncul untuk mengalihkan perhatian dari kasus penyadapan ilegal.
Oakbar di Oakwood Yogyakarta hadir dengan pengalaman rooftop lebih lengkap, menawarkan aneka kuliner, panorama Kota Jogja, Sizzle Sunset Barbecue, dan hiburan
Industri drama Korea meminta dana investasi 1 triliun won atau Rp13,5 triliun karena jumlah produksi menurun dan biaya operasional terus meningkat.