Transportasi Umum Dukung Pergerakan Ekonomi

Transportasi Umum Dukung Pergerakan EkonomiFocus Group Discussion Transportasi Umum sebagai Penggerak Perekonomian, Selasa (19/10/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
21 Oktober 2021 23:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Angkutan logistik bisa menjadi diversifikasi pemanfaatan transportasi umum, selain mengangkut manusia, di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut juga dapat mendukung pergerakan ekonomi.

PTS General Manager Yogyakarta International Airport (YIA) Agus Pandu Purnama mengatakan setelah peresmian, YIA langsung merasakan imbas dari pandemi Covid-19. Jumlah penumpang di YIA tidak sesuai harapan. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Pandu mengatakan beberapa waktu terakhir telah bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) DIY membentuk forum ekspor impor. Forum ini dapat memberikan fasilitas pada pengusaha, dengan berbagai skala usaha dapat merambah pasar ekspor langsung. YIA juga memiliki potensi untuk menunjang ekspor.

“Bisa memanfaatkan potensi yang ada, memiliki kapasitas luar biasa ekspor impor. Bisa 390 ton perhari yang bisa dimanfaatkan UMKM,” ujar Pandu, dalam Focus Group Discussion Transportasi Umum sebagai Penggerak Perekonomian, Selasa (19/10/2021).

Selain itu ada juga Jogja Business Service Center (JBSC) yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspor. “Saat ini kita harus punya komitmen bersama, kita ingin lepas dari pandemi. Kemudian kita ingin masyarakat bergerak, artinya ekonomi tumbuh. Bandara YIA fokus mendukung UMKM, ada 430 UMKM yang kita akomodasi berkegiatan di bandara,” ujar Pandu.

Senada, Deputi EVP PT KAI Daop 6, Ririn Widi Astuti juga mengatakan di tengah pandemi Covid-19, dengan minimnya penumpang, angkutan barang menjadi pendukung untuk menggerakan roda perekonomian.

Ririn juga menyinggung kaitannya dengan pariwisata di DIY yang mulai bergerak. “Komitmen menghidupkan wisata sangat membantu, dibukanya YIA itu kami juga siap mendukung dari angkutan daratnya. Kami berharap sektor wisata bangkit kembali. Ini perlu komitmen bersama menjalankan new normal, untuk patuh pada protokol kesehatan juga,” ucap Ririn.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM Deni Prasetio Nugroho mengatakan transportasi kedepan perlu ada sejumlah penyesuaian, dan sejumlah hal dinilai sudah dilakukan saat ini. Seperti pemberlakuan digitalisasi, yang mengurangi sentuhan.

Deni juga menyinggung pada transportasi umum, potensi penularan Covid-19 terbilang kecil, dibandingkan potensi penularan di kantor maupun di sekolah. “Memang butuh komitmen bersama, membudayakan bertransportasi angkutan umum diminati kembali. Pasca pandemi meningkat, kendaran pribadi bisa dikurangi. Angkutan umum memang lebih safe tadi,” ujarnya.