Simak! Ini Tips Berbisnis Barang Grosiran

Simak! Ini Tips Berbisnis Barang GrosiranWarga mengunjungi pasar perkulakan atau pusat penjualan langsung komoditas pangan JakGrosir di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Jumat (8/9). - ANTARA/Galih Pradipta
04 November 2021 02:27 WIB Jessica Gabriela Soehandoko Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Bisnis grosir merupakan salah satu usaha yang dapat meraup keuntungan. Bisnis ini juga cenderung menjual barang yang dibutuhkan setiap harinya.

Rata-rata bisnis grosir sendiri berupa toko sembako, kelontong, rumahan yang kemudian para pembelinya dapat membeli secara ecer.

Namun, dalam setiap bisnis yang dijalankan tentu memiliki risiko. Oleh karena itu, Anda memerlukan perencanaan yang matang.

BACA JUGA : Bisa Dicoba, 5 Cara Membangun Bisnis Kecil setelah Ramadan

Untuk itu, jika Anda ingin menjalankan bisnis grosiran, berikut beberapa tips yang dirangkum oleh Bisnis.

1. Tentukan modal yang Anda butuhkan

Pastikan modal yang Anda butuhkan sebelum menjalankan bisnis. Hal ini dapat menjadi patokan baik barang apa yang akan Anda jual dan berapa jumlah barang yang ingin Anda beli. Pastikan Anda melakukan perhitungan dengan baik.

2. Buat strategi usaha

Setelah Anda menentukan modal, maka Anda akan dapat menentukan barang yang Anda akan jual, lokasi yang tepat, dan kemudian mencari distributor yang tepat. Dengan mematangkan strategi dengan perencanaan yang rinci, maka bisnis Anda akan cenderung lebih baik dalam berkembang.

3. Memperhatikan konsumen

Selain dengan memiliki kerjasama yang baik dengan para distributor, maka Anda juga memerlukan hubungan yang baik dengan konsumen. Pastikan Anda mempelajari mengenai persaingan, dan perhatikan apa yang kurang atau hal yang perlu diperbaiki dari toko lainya.

Jika Anda dapat memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat atau memiliki ciri khas yang berbeda, maka Anda akan dicari oleh konsumen dan dapat mengembangkan toko Anda lebih lagi.

4. Melakukan promosi

Anda dapat memasarkan bisnis Anda melalui media sosial ataupun dengan iklan. Anda juga dapat memberikan promo bagi pelanggan pertama atau memberikan harga khusus untuk periode tertentu.

5. Kelola dan kembangkan bisnis Anda

Setelah bisnis Anda mulai stabil dan memiliki pengelolaan uang yang baik, maka Anda dapat mengelola stok dan keuangan dengan lebih teratur untuk mengetahui perkembangan apa yang dapat Anda lakukan. Pastikan perhitungan Anda dilakukan dengan baik, agar perkembangan tersebut tidak membuat bisnis Anda menjadi merugi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia