BPJS Ketenagakerjaan Berkomitmen Tanpa Batas Lindungi Hak Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan Berkomitmen Tanpa Batas Lindungi Hak PekerjaLogo BPJS Ketenagakerjaan
11 November 2021 07:37 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Berkarier di BPJS Ketenagakerjaan sejak 1995 membuat Asri Basir memiliki pengalaman bertugas di berbagai daerah dengan karakter masyarakat yang berbeda-beda. Tak heran pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat jiwa muda.

“Sudah merasakan WIT, WITA dan WIB” ujar Asri saat ditemui di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (10/11/2021).

Asri mengisahkan, kariernya dimulai dari Ambon yang kemudian berpindah ke Medan, Makassar, Manado, Ternate, Palu, Maluku, Semarang, dan terkahir Yogyakarta.

Menjabat kepala kantor di empat kantor wilayah membuat beliau memiliki integritas yang tinggi. Peranan BPJS ketenagakerjaan mengelola empat program di antaranya jaminan keselamatan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Oleh BPJS Ketenagakerjaa, momentum Hari Pahlawan dimaknai sebagai hari semangat. “Para pahlawan memerdekakan Indonesia saja dengan penuh semangat dan keyakinan. Maka dari itu kami juga dalam memberikan perlindungan kepada pekerja juga harus dengan rasa semangat dan loyalitas tanpa batas,” ujarnya.

Loyalitas tanpa batas, imbuh Asri, juga menjadi prinsip utama BPJS Ketenagakerjaan dalam melayani masyarakat. Pada program kerja untuk memberikan perlindungan kepada pekerja, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memikirkan target nasional tapi juga semaksimal mungkin.

Pekerja Informal

Saat ini, Asri mengaku sedang fokus untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sasarannya kali ini adalah pekerja informal.

"Pekerja informal seperti tukang ojek, petani dan lainnya juga butuh perlindungan," katanya. Pekerja informal juga memiliki hak untuk dilindungi dan memiliki tanggungjawab terhadap dirisendiri. Mereka bisa ikut secara mandiri, sehingga jika pekerja mengalami kecelakaan kerja, mereka tidak perlu mengeluarkan tabungan sendiri.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa lokasi, dan saat ini tim kepesertaan BPJS [Ketenagakerjaan] harus turun ke lapangan semuanya, untuk menjaring kepesertaan yang lebih banyak. Kami berharap peserta non formal akan semakin bertambah, dan kami dapat memberikan pelayanan perlindungan kepada semua golongan ” ucap dia.

Di era pandemi seperti sekarang ini, BPJS Ketenagakerjaan pun terus berinovasi, salah satunya adalah memaksimalkan pelayanan secara daring melalui program bernama Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik).

Dalam program pelayanan ini, peserta bisa melakukan klaim secara daring, dengan beberapa persyaratan dokumen diunggah sehingga petugas dapat mengecek dokumen tersebut. Setelah itu, petugas akan mewawancarai secara daring, untuk menjaga kontak fisik antara peserta dan petugas. “Kami menjaga peserta agar meminimalkan kontak dengan petugas kami, sehingga bisa saling menjaga,” ucap dia.

Tahun ini, DIY mendapatkan penghargaan Piala Pariprana. “Dalam bahasa Indonesia, Pariprana bermaksa Perlindungan. DIY sukses sebagai peringkat pertama. Mudah-mudahan pertumbuhan usaha kecil dan menengah semakin tumbuh. Penyerapan tenaga kerja juga terus bertambah, sehingga BPJS Ketenagakerjaan bisa bermitra dengan mereka dalam hal memberikan perlindungan.”