Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Galeri offline Lapak Pilar PKK Milenial di lantai 2 Gedung Kecamatan Tempuran, Magelang./Ist
Harianjogja.com, MAGELANG-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang berinovasi membuat wadah untuk pemasaran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah ini. Wadah yang dirintis sejak awal 2020 ini dinamakan Lapak Pilar PKK Milenial.
Koordinator Pokok Kerja (Pokja) II PKK Kecamatan Tempuran, Andrian Pramujito menjelaskan Lapak Pilar PKK Milenial menjadi ruang transaksi jual beli produk-produk UMKM di Kecamatan Tempuran. "Wadah ini didesain dalam bentuk offline dan online," jelasnya, Rabu (17/11/2021).
Sistem offline berupa galeri UMKM yang dibuka di lantai 2 Gedung Kecamatan Tempuran. Ada ruang khusus untuk galeri produk UMKM yang bisa dilihat tamu yang datang ke kantor Kecamatan Tempuran. Harapannya mereka melihat dan lebih lanjut berbelanja produk-produk tersebut.
Adapun sistem online berupa menghimpun para pelaku usaha UMKM tersebut dalam sebuah wadah grup media sosial. Mereka bisa mempromosikan dan saling bekerjasama dengan pelaku usaha lain yang terkait.
Baca juga: Syukurlah...Sempat Didera 2 Klaster, Covid-19 di Sleman Berhasil Ditekan
"Kami juga membuatkan sistem transaksi online melalui media sosial seperti instagram dan facebook. Ada pula layanan pengantaran pesanan. Arah ke depan, kami ingin membuat sebuah aplikasi digital untuk jual beli online khusus UMKM dari Tempuran," jelas Andrian.
Di Kecamatan Tempuran, Andrian menyebutkan ada hampir seribu produk UMKM yang sudah terhimpun. Dari jumlah itu baru sekitar 300 yang masuk ke Lapak Pilar PKK Milenial. Di wadah ini, pelaku usaha tidak hanya dibantu penjualan, tetapi juga bisa berkonsultasi dan didampingi untuk peningkatan kualitas produk, desain label, kemasan, konsultasi gratis hingga promosi bahkan dengan membuat video.
Sejumlah produk dari UMKM di Tempuran ini berupa kerajinan bambu, fashion, kaus khas Tempuran, makanan kering, pamflet dan lainnya. Adapun untuk makanan basah, di galeri disediakan foto dan katalog sehingga konsumen yang menginginkan bisa memesan langsung ke pelaku usahanya.
"Setiap pelaku usaha yang melakukan transaksi diminta untuk mengisi form digital yang bertujuan untuk memantau perkembangan usaha UMKM tersebut," tambah Andrian.
Inovasi Lapak Pilar Milenial PKK Milenial ini berhasil memenangkan Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Magelang 2021 sebagai juara ketiga. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.