PLN Bantu Petani Tekan Biaya Produksi

PLN Bantu Petani Tekan Biaya ProduksiSenior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Moh Fatkhul Hakim dalam Talk Show Online Harian Jogja bertema "Partisipasi PLN dalam Era Digitalisasi", Senin (13/12). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
14 Desember 2021 07:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero terus memberikan layanan modern di era digitalisasi. PLN Mobile menjadi salah satu wujud perusahaan pelat merah ini dalam mengadirkan layanan kelistrikan yang canggih.

Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Moh Fatkhul Hakim menjelaskan PLN Mobile memudahkan pelanggan yang ingin mengakses layanan PLN. Mulai dari layanan tambah daya, pasang baru, laporan gangguan, catat meter, hingga permohonan internet Iconnet, bisa dilakukan hanya melalui aplikasi tersebut. “ [PLN Mobile] Ini dalam rangka digitalisasi,” jelas dia dalam Talk Show Online bertema “Partisipasi PLN dalam Era Digitalisasi” yang diselenggarakan Harian Jogja, Senin (13/12).

Selain itu, PLN juga memberikan kemudahan di berbagai sektor. Seperti sektor pertanian melalui Electrifying Agriculture dengan nama programnya Super Panen. Program ini membantu memudahkan operasional petani. Jika sebelumnya petani harus mengairi sawah menggunakan sumur pompa bertenaga diesel dan harus menguras biaya untuk membeli bahan bakar, PLN bisa menawarkan sumur pompa bertenaga listrik.

“PLN memperluas jaringan listriknya sampai ke sawah sehingga mengoperasikan pompa bisa dengan listrik. Petani bisa irit [biaya] 60 persen,” lanjut Hakim.

Sumarna dari Kelompok Tani Pasir Makmur Bantul sudah membuktikan sendiri bahwa dengan bermitra dengan PLN, biaya produksi pertanian bisa ditekan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ia membutuhkan dana BBM Rp800.000 untuk menyirami lahan pertanian seluas 1.000 meter, mulai dari awal penanaman hingga masa panen. Sementara saat menggunakan listrik hanya butuh Rp80.000. “Saya berterima kasih sekali karena PLN benar-benar membantu petani dalam menekan biaya produksi,” tutur Sumarna.

Sumur pompa bertenaga listrik juga lebih ramah lingkungan dan tidak berisik. Saat ini, sebanyak 80% dari seluruh anggota kelompok tani Pasir Makmur Bantul sudah beralih menggunakan listrik. “Awalnya banyak yang menolak tetapi berkat sosialisasi dari PLN secara terus-menerus, mereka berbondong-bondong memakai listrik,” lanjut Sumarna.

Saat ini, pengguna listrik untuk pertanian sudah merambah di Kapanewon Kretek, Pajangan, dan juga Srandakan. Sumarna berharap program Electrifying Agriculture ini terus berlanjut dan berkesinambungan. Ia juga ingin penyimpanan bawang merah bisa dilakukan dengan teknologi  berbasis listrik PLN karena tanpa teknologi penyimpanan, harapan benih bawang untuk bisa ditanam lagi sangat kecil.

PLN UID Jawa Tengah berupaya meningkatkan eletrifikasi di wilayah kerjanya. Meski saat ini ada sebagian kecil daerah terpencil yang belum teraliri listrik, PLN terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun kabupaten untuk mengupayakan listrik di daerah itu. Mulai saat ini, PLN juga sudah mengurangi emisi karbon. Pembangkit listrik dengan batubara sudah dicampur dengan 10% biogas demi mengurangi emisi.