Advertisement

Gopring, Cara Pemuda Ini Raup Untung dari Bambu Wulung

Lajeng Padmaratri
Sabtu, 07 Mei 2022 - 07:57 WIB
Arief Junianto
Gopring, Cara Pemuda Ini Raup Untung dari Bambu Wulung Tumbler bersarung bambu ala Gopring. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Penggunaan produk tumbler berbahan stainless steel mungkin sudah lazim. Akan tetapi bagaimana jika tumbler terbuat dari bambu. Itulah yang coba dikembangkan Gopring, dan ternyata tumbler bambu ala mereka pun kini punya pasar tersendiri.

Adianas Prasetya, sudah beberapa waktu memiliki usaha percetakan dan sablon. Sejumlah produk seperti kaos, tote bag, tumbler, dan berbagai merchandise lain bisa diproduksinya.

Advertisement

Tak cukup puas, dia ingin menggaet target pasar baru di Jogja. Di kota yang erat dengan budaya dan kesenian ini, Adi ingin menyuguhkan produk baru yang berkaitan dengan kerajinan.

"Awalnya kami dapat ide bikin kitchenware dari jati, karena di Gunungkidul banyak kayu jati, tetapi ternyata perajin kayu jati untuk kitchenware kan susah. Akhirnya dapat ide untuk bikin kitchenware bambu, karena pemainnya memang masih sedikit," ujar Adi kepada Harianjogja.com, Senin (25/4/2022).

Dia pun mendirikan Gopring sejak 2020. Sesuai namanya, bisnis yang berbasis di Wonosari, Gunungkidul ini memanfaatkan pring atau bambu yang masih melimpah di daerah itu.

Adi pun melakukan riset terkait dengan perajin bambu yang ada di sekitarnya. Akhirnya, dia mendapatkan sekitar 25 perajin bambu di Gunungkidul dan sekitarnya yang mau diajak kolaborasi.

"Bahan baku sepenuhnya dari Gunungkidul, kami pakai bambu wulung atau bambu hitam," ujarnya.

Ada tujuh jenis tumbler yang diproduksi Gopring yang semuanya memakai bambu asli sebagai cover-nya. Sementara untuk lapisan dalamnya, Adi tetap menggunakan bahan stainless steel agar air dalam tumbler itu bisa tahan panas hingga delapan jam lamanya.

Selain tumbler, Gopring juga membuat berbagai produk bambu lainnya. Peralatan makan lain yang diproduksi meliputi sedotan, gelas, piring, sendok, dan garpu. Selain itu, usaha ini juga memproduksi dolanan anak seperti gasing dan seruling.

Advertisement

Presidensi G-20

Meski memiliki beragam produk, Gopring fokus dalam produksi tumbler. Baik custom satuan maupun partai besar, mereka siap melayani. Apalagi, Gopring mampu membuat tumbler dengan grafir nama dan logo di bagian bambunya sesuai keinginan pelanggan.

"Kami targetkan penjualan tumbler bambu ini ke anak-anak muda, terutama yang nyeni dan pencinta alam. Bahkan banyak yang suka produk kami ini dari kalangan pendaki, mereka suka bawa buat ngopi di atas gunung," terang Adi.

Untuk harganya, produk tumbler bambu Gopring bisa dipesan mulai dari harga Rp100.000 hingga Rp180.000 tergantung dengan ukuran yang dikehendaki. Harga itu sudah termasuk dengan custom grafir nama dan logo.

Meski bisa dipesan satuan, tetapi Adi menuturkan Gopring lebih menargetkan pemesanan dalam jumlah banyak dari institusi. Baru-baru ini, dia mendapatkan pesanan sebanyak 500 buah tumbler, gelas, sedotan, serta sendok dan garpu bambu untuk suvenir dalam Presidensi G20.

"Kami kirim sampel ke Kementerian Pariwisata, lalu ternyata mereka pesan 500 pcs untuk Presidensi G20. Itu adalah pemesanan terbanyak Gopring sejauh ini," kata dia.

Gopring juga sudah mengekspor sedotan bambu karya mereka ke Australia. Selain pasar luar negeri, sedotan bambu Gopring juga sudah menghiasi sejumlah kafe dan resto kelas menengah ke atas di Jogja.

Uniknya, sedotan bambu Gopring tidak polos, melainkan bermotif. Adi mengungkapkan pihaknya tengah mengurus paten berkaitan dengan motif pada sedotan bambu itu agar bisa menjadi ciri khas produknya.

"Sebenarnya kalau bambu, kami targetnya ke bule. Karena mereka senang dengan produk-produk natural semacam ini. Selain ekspor, kami juga setor ke sejumlah toko oleh-oleh di Bali," imbuh Adi.

Kini, produk tumbler dan peralatan makan bambu lain dari Gopring sudah bisa ditemukan di sejumlah toko oleh-oleh, salah satunya di Yogyakarta International Airport (YIA). Adi berharap ke depannya dia bisa mengembangkan kerajinan bambu ini ke ranah dekorasi. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Hingga Akhir Tahun, Rp5 Triliun Dana Dikucurkn untuk Lahan Tol Jogja-Solo

Sleman
| Selasa, 24 Mei 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Senin, 23 Mei 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement