Advertisement

Harga BBM Naik, Ekonom: Bansos dan UMR Juga Harus Dinaikkan

Wibi Pangestu Pratama
Kamis, 25 Agustus 2022 - 19:37 WIB
Arief Junianto
Harga BBM Naik, Ekonom: Bansos dan UMR Juga Harus Dinaikkan Penyaluran BBM oleh Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah. - Istimewa/Pertamina

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Ekonom menilai pemerintah harus menaikkan anggaran bantuan sosial (bansos) dan upah minimum regional (UMR) jika harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan.

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai bahwa kenaikan harga BBM bukan hanya berdampak langsung terhadap masyarakat miskin, tetapi juga kelas menengah yang rentan serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Biaya transportasi dan logistik akan sangat terpengaruh oleh kenaikan harga BBM bersubsidi. Biaya produksi UMKM kemudian akan meningkat, padahal menurut Bhima sektor itu belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19.

"Maka, kalau harga BBM naik ya pemerintah harus menaikkan bantuan sosial [bansos]. Dan itu bukan cuma bantuan langsung tunai [BLT] untuk orang miskin, tetapi juga permodalan kepada pelaku usaha UMKM yang terdampak," ujar Bhima, Kamis (26/8/2022).

BACA JUGA: Jumlah Pesawat Garuda dan Citilink akan Ditambah Dua Kali Lipat

Dia pun menilai bahwa pemerintah harus menaikkan upah minimum sejalan dengan inflasi yang melonjak.

Naiknya harga BBM, kata dia, akan mendorong inflasi inti yang kemudian akan meningkatkan inflasi secara keseluruhan.

Menurut Bhima, upah minimum merupakan jaring pengaman sosial yang sangat krusial dan bukan hanya saat krisis.

Oleh karena itu, dalam kondisi saat ini perlu adanya peningkatan upah minimum regional (UMR), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Upah minimum itu kan jaring pengaman sosial, jadi kalau inflasinya naik sampai tujuh persen maka upah minimum harus disesuaikan, minimal setara dengan inflasi,” kata Bhima.

Advertisement

Stimulus-stimulus kepada masyarakat selama masa pandemi pun menurutnya harus tetap dipertahankan, seperti bantuan subsidi upah. Hal tersebut mengingat dampak kenaikan harga BBM yang sangat luas dan multi sektoral.

“Kalau hanya membantu masyarakat miskin, yang terdampak langsung, maka pemulihan ekonominya akan terganggu, karena [kenaikan BBM] yang terdampak bukan hanya orang miskin,” ucap dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Sabtu, 1 Oktober 2022

Jogja
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement