Advertisement

Edukasikan Pasar Modal ke Kalangan Milenial, OJK Gelar Lomba Trading

Abdul Hamied Razak
Rabu, 26 Oktober 2022 - 06:57 WIB
Arief Junianto
Edukasikan Pasar Modal ke Kalangan Milenial, OJK Gelar Lomba Trading Sejumlah siswa mengikuti kompetisi permainan saham Stocklab di kantor OJK DIY, Selasa (25/10/2022). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

JOGJA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menggelar OJK Trading Competition bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY dan Phillip Sekuritas, Selasa (25/10/2022). Event ini rencananya digelar setiap tahun untuk meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.

Syahidah Khusnul Khotimah, Kepala Subbagian Pengawasan Pasar Modal OJK DIY mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2022 yang digelar setiap Oktober.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Tema yang kami angkat adalah Inklusi Semakin Kuat Perekonomian Semakin Kuat. Dengan kegiatan ini selain literasi keuangan juga tercipta inklusi keuangan yang semakin kuat," katanya di sela-sela kegiatan.

Para peserta, katanya, juga dibukakan rekening baru bursa efek dari sekuritas untuk bisa mengakses pasar modal. Di DIY setiap bulan rata-rata terdapat sekitar 3000 rekening baru di pasar modal. Paling banyak didominasi untuk investor ritel.

"Data seluruh Indonesia total investor sebanyak 9,7 juta baru sekian persen dari 250 juta penduduk Indonesia. Investor didominasi oleh kalangan muda dibawah usia 30 tahun atau kaum milenial dan generasi Z sebanyak 59,2 persen," katanya.

BACA JUGA: Ini Tips Mengatur Finansial untuk Generasi Muda

Dari capaian tersebut, lanjut Syahidah, peluang untuk terus merekrut investor baru dari kalangan anak-anak muda masih terbuka lebar. Oleh karenanya, OJK bersama BEI akan terus melakukan edukasi kepada kalangan muda agar tingkat literasi dan inklusi keuangan meningkat dan menambah investor baru.

"Apalagi di DIY yang berpredikat sebagai kota pelajar dan mahasiswa. Di DIY terdapat 36 sekuritas [cabang] yang bisa digunakan untuk trading," katanya.

Advertisement

Senada, staf Bagian Pengawasan Pasar Modal OJK DIY, Muhammad Nur Ghifari mengatakan kompetisi trading tersebut menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa.

Para peserta melakukan trading di mana investor dengan nilai tertinggi yang menjadi pemenang. "Kompetisi ini yang pertama kami gelar dan haparannya akan menjadi agenda tahunan. Ini untuk memantik agar kalangan muda bisa terjun ke pasar modal sendiri," katanya.

Menurut Ghifari, di sekolah dan kampus wilayah DIY terdapat banyak galeri investasi sebagai tempat pelajar dan mahasiswa untuk peningkatan literasi keuangan kalangan pemuda. Indeks literasi keuangan di DIY saat ini mencapai 58,53%, atau di atas rata-rata nasional. Adapun indeks inklusi keuangan DIY di angka 76,12%.  

Advertisement

Untuk meningkatkan literasi keuangan di bursa efek, katanya, setiap bulan digelar juga sekolah pasar modal yang dilaksanakan dua kali yang dikelola oleh kelompok studi pasar modal. "Sekolah pasar modal ini untuk meng-update isu terkini, mengedukasi bagaimana memilih investasi yang baik dan sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, trainer dari BEI DIY Agnes Sindhunita mengatakan dalam lomba virtual trading tersebut investor yang memiliki aset tertinggi yang menjadi pemenang. Selain itu, kompetisi virtual trading kompetisi sekitar 100 orang juga menggunakan media Stocklab dengan 30 orang peserta. Kegiatan tersebut dinilai penting agar mereka memahami praktek langsung cara bertransaksi saham.

"Masing-masing peserta virtual trading diberikan virtual cash sebesar Rp500 juta kemudian ditradingkan. Untuk lomba Stocklab, mereka belajar bertransaksi saham dengan kartu, intinya belajar saham dengan cara fun," katanya.

Agnes berharap para peserta bisa menjadi agen untuk mengedukasi bagi mahasiswa dan pelajar lainnya untuk menjadi investor saham. Alasannya, dari data BEI dari segi kepemilikan saham di DIY saat ini ternyata didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa. Selain itu, sarjana, entrepreneur dan ibu rumah tangga juga mendominasi sebagai investor. 

Advertisement

"Pelajar dan mahasiswa yang menjadi investor sekitar 60 persen. Semoga ke depan makin banyak teman-teman mereka yang lain terlibat. Dapat pengalaman baru dan bisa bertransaksi di pasar modal," harapnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tekan Angka Stunting, BKKBN Libatkan Penyuluh Agama

Sleman
| Rabu, 30 November 2022, 22:17 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement