Advertisement

BPS Umumkan Data Inflasi 2022, Ini Proyeksi Ekonom

Maria Elena
Senin, 02 Januari 2023 - 10:47 WIB
Sunartono
BPS Umumkan Data Inflasi 2022, Ini Proyeksi Ekonom Pedagang merapikan dagangannya di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11). Bank Indonesia (BI) melaporkan consensus forecast pada November 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yakni di level 5,9% (year-on-year/yoy). Kendati demikian, angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 6,7%. JIBI/Bisnis - Abdurachman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan empat data penting pada hari ini, Senin (2/1/2023). Salah satunya terkait perkembangan inflasi Desember 2022.

Berdasarkan data BPS, laju inflasi Indonesia pada November 2022 sebesar 0,09 persen (month-to-month/mtm). Capaian tersebut membuat laju inflasi secara tahunan sudah menembus persen 5,42 (year-on-year/yoy).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Lantas, bagaimana prediksi ekonom terkait data inflasi pada Desember 2022?

BACA JUGA : Inflasi DIY Bakal Terus Naik di Akhir 2022, Ini Penyebabnya

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan inflasi pada Desember 2022 akan mencapai 0,55 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Tingkat inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan capaian inflasi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 0,09 persen mtm.

Menurut Faisal, penguatan inflasi pada akhir tahun disebabkan oleh faktor musiman perayaan Natal dan tahun baru. “Indeks Harga Konsumen diperkirakan melonjak sebesar 0,55 persen mtm pada Desember 2022 di tengah musim liburan Natal dan Tahun Baru, yang meningkatkan permintaan rekreasi dan perjalanan,” katanya, Senin (2/1/2023). 

Di samping itu, kenaikan inflasi menurutnya juga dipicu oleh kenaikan harga pangan. Namun, dia menilai kenaikan harga pangan pada periode ini menurutnya lebih terkendali berkat keberhasilan pemerintah dalam menjaga pasokan pangan.

“Faktor penyumbang inflasi lainnya adalah harga emas di tengah risiko perlambatan ekonomi global pada 2023,” kata Faisal.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Waspadai Inflasi Melonjak di Akhir Tahun

Secara tahunan, dia memperkirakan tingkat inflasi pada Desember 2022 akan mencapai 5,40 persen (year-on-year/yoy).

Faisal mengatakan, keberhasilan pengendalian harga pangan melalui pasokan pangan yang terkendali terbukti mampu meredam dampak inflasi dari dampak putaran kedua penyesuaian harga BBM terhadap barang dan jasa lainnya.

“Ini lebih rendah dari perkiraan awal kami sebesar 6,27 persen, tetapi masih dalam perkiraan kami saat ini sebesar 5,4 hingga 5,6 persen,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, inflasi inti diperkirakan terus menguat menjadi 3,39 persen secara tahunan pada akhir 2022, seiring dengan membaiknya mobilitas masyarakat di tengah pelonggaran PPKM.

Ekonom makro ekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan inflasi pada akhir tahun akan mencapai kisaran 5,34 persen hingga 5,45 persen.

“Pendorongnya adalah selama ini harga BBM yang meningkat untuk keseluruhan tahun 2022 dan tekanan pada harga pangan serta pulihnya daya beli masyarakat,” katanya.

Riefky mengatakan, pada akhir tahun, momentum Natal dan tahun baru akan memberikan tekanan pada inflasi, namun menurutnya kenaikan inflasi tidak akan terlalu tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada November 2022, inflasi umum tercatat melanjutkan tren perlambatan menjadi sebesar 5,42 persen secara tahunan, dari 5,71 persen pada Oktober 2022.

Secara tahunan, harga bahan makanan bergejolak mengalami penurunan inflasi dari 7,19 persen yoy ke 5,70 persen yoy pada November. Secara bulanan, kelompok makanan bergejolak bahkan mencatatkan deflasi sebesar 0,22 persen mtm.

Riefky mengatakan, penurunan disebabkan oleh tren musiman dan langkah yang cukup efektif dari pemerintah dalam mengelola pasokan pangan di pasar, terutama untuk komoditas cabai, melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

BACA JUGA : Inflasi di DIY Melandai di Tengah Deflasi Komoditas Pangan

Menurutnya, dampak dari kenaikan harga BBM relatif lebih rendah dari perkiraan awal dan kemungkinan telah mencapai puncaknya.

Hal ini tercermin dari kelompok harga energi menunjukkan deflasi sebesar 0,02 persen mtm pada November dari inflasi di bulan sebelumnya 0,45 persen mtm dan inflasi kelompok transportasi melambat ke 0,01 persen mtm dari 0,35 persen mtm pada periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Dinkes Bantul: Angka Stunting di Kalurahan Selopamioro Tertinggi di Bumi Projotamansari

Bantul
| Kamis, 09 Februari 2023, 13:17 WIB

Advertisement

alt

Buyer Terkesan saat Membuat Ecoprint & Jalan-jalan ke Tamansari

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 06:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement