Pembangunan Kampus UIN Sunan Kalijaga di Pajangan Resmi Dimulai
Pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul dimulai dengan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan berkonsep forest campus.
Aktivitas di salah satu toko penjualan kain di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Kota Jogja, Senin (17/1/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas perkuliahan dan kegiatan wisuda luring ternyata mempengaruhi permintaan tekstil di Jogja yang terus meningkat setelah sempat menurun dihantam pandemi. Musababnya, banyak mahasiswa di Jogja yang memborong tekstil untuk dijual di daerah asalnya dengan sistem reseller. Selain itu, kebutuhan wisuda luring juga memicu kenaikan permintaan tekstil.
Salah satu pusat penjualan tekstil seperti kain dengan beragam jenis dan harga dapat ditemukan di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Kota Jogja. Para mahasiswa maupun masyarakat yang membutuhkan kain, biasanya datang ke kawasan ini.
BACA JUGA : Musim Masuk Sekolah, Pelaku Industri Tekstil
Pengaruh Jogja sebagai Kota Pendidikan dengan banyak mahasiswa terhadap penjualan tekstil diakui oleh pemilik toko di Jalan Urip Sumoharjo, Zaara NX Tekstil, Rajiv Harkishore Lula. Ada ribuan mahasiswa diwisuda setiap tahun yang mereka selalu membutuhkan kain sebagai busana.
“Paling banyak kebutuhannya itu wisuda dan wedding, saat wisuda biasanya butuh baju. Kemudian mereka kuliah di sini, dapat jodoh di sini biasanya, akhirnya baju wedding-nya juga cari bahan di sini,” kata Rajiv, Senin (16/1/2023).
Selain itu, ia menemukan banyak mahasiswa yang mereka memiliki sistem usaha kecil-kecilan reseller kain. Mereka membeli kain di Jogja kemudian menjualnya di daerah asalnya atau memproduksi ulang menjadi pakaian untuk dijual dengan merek tersendiri. Distribusi ini justru makin banyak karena mereka menyebarkannya ke berbagai kota di Indonesia seperti Kalimantan dan Sumatra.
“Bahan seperti konveksi, reseller, mereka bikin seperti hijab, butik, mereka rata-rata kuliah di sini sekalian berusaha dari bahan tekstil dijual lagi ke teman-temannya,” katanya.
BACA JUGA : Industri Tekstil DIY Belum Ada yang Gulung Tikar
Selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan omzet hingga 60%, akan tetapi hingga awal 2023 ini mulai terjadi peningkatan penjualan hingga 80%. Aktivitas pendidikan dan wisata menjadi faktor untuk peningkatan penjualan. Sejalan dengan itu, ia membuka toko baru yang berada di Jalan Urip Sumoharjo dengan menyediakan kain dengan harga mulai dari Rp1.000 hingga Rp1,8 juta per meter.
“Kami akan menghadirkan artis-artis terkenal selama empat hari berturut untuk pembukaan. Mulai dari Soimah, Cabaret Show oleh Mamuk Jogja, Raffi Ahmad, dan Ivan Gunawan. Kebutuhan tekstil yang biasanya dicari di Jakarta biasa didapatkan langsung di Jogja dengan harga terjangkau,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul dimulai dengan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan berkonsep forest campus.
Aespa raih puncak tangga lagu Oricon dengan mini album Kiss N Tell. Lagu tema anime Kill Blue dan drama Love at First Bite juga dibawakan. Tur dunia siap.
Indonesia masuk 10 besar destinasi kuliner terbaik dunia 2026 versi Travel and Tour World. Yogyakarta menjadi salah satu kota kuliner unggulan bersama Jakarta,
Pemkab Bantul akan lebih selektif menentukan pengelola baru Kawasan Industri Piyungan setelah PT YIP didepak. Rekam jejak perusahaan menjadi perhatian utama.
Dua atlet Tirta Amanda Swimming Club, Gendis dan Qyara, lolos mewakili DIY pada O2SN Renang tingkat nasional usai menjadi yang terbaik di provinsi.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf di Aceh untuk memberi kepastian hukum dan mencegah sengketa aset umat.