Advertisement

Musim Masuk Sekolah, Pelaku Industri Tekstil: Penjualan Kami Tetap Drop

Rahmad Fauzan
Rabu, 13 Juli 2022 - 20:27 WIB
Arief Junianto
Musim Masuk Sekolah, Pelaku Industri Tekstil: Penjualan Kami Tetap Drop Ilustrasi. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri pesimistis musim masuk sekolah pada awal semester II/2022 ini bakal memberi banyak berkah.

Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta memperkirakan penjualan seragam sekolah buatan dalam negeri pada awal semester genap ini tidak akan mencapai 50% dari total konsumsi produk tekstil di segmen tersebut.

Advertisement

BACA JUGA: APPBI DIY Dorong Adanya Sentra Vaksinasi di Pusat Perbelanjaan

Menurut dia, kembali dibukanya keran impor melalui Permendag No.25/2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor membuat dalam negeri dibanjiri produk, termasuk di segmen seragam sekolah.

"Itu jadi masalah. Sebab, perhitungan awal kami segmen seragam sekolah bisa menjadi tambahan. Namun, awal Maret [2022] Kemendag membuka keran impor sehingga banjir produk asing," ujarnya, Rabu (13/7/2022).

Dia mengatakan dampak dari peredaran barang impor terhadap produk tekstil jenis seragam sekolah dalam negeri pada musim awal semester genap ini cukup signifikan dalam menggerus pangsa pasar industri lokal.

Omzet pasar seragam sekolah di Indonesia sekitar 5% dari konsumsi tekstil nasional dalam setahun dengan volume produk sekitar 100.000 ton.

Produk seragam sekolah, ujarnya, mulai beredar di pasaran pada pengujung kuartal II/2022 atau menjelang dimulainya semester baru pada Juli 2022. Produk mulai beredar di pasaran pada akhir Juni 2022.

Namun pangsa pasar produk tekstil nasional untuk segmen seragam sekolah tergerus lebih dari separuh karena maraknya barang-barang impor yang beredar di Tanah Air.

"Akibat banyak barang impor, yang bisa disuplai oleh pemain dalam negeri tidak sampai 50 persennya. Harusnya bisa dipasok oleh produk lokal secara keseluruhan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Dugaan Keracunan Makanan di Gunungkidul: Satu Orang Meninggal Dunia, Empat Masih Dirawat

Gunungkidul
| Minggu, 26 Mei 2024, 17:57 WIB

Advertisement

alt

Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Setinggi 3,4 Meter

Wisata
| Minggu, 26 Mei 2024, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement