MBG di DIY Bukan Sekadar Makan Gratis, Edukasi Gizi Jadi Kunci
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Kepala Kejaksaan Negeri Jogja Gatot Guno Sembodo (kiri) bersama Deputi Bisnis Area Jogja PT Pegadaian Jogja, Yohanis Wulang usai penandatanganan PKS Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Kantor Pegadaian Jogja, Rabu (25/1/2023). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, JOGJA—Guna mencegah dan menyelesaikan persoalan hukum perdata dan tata usaha negara, PT Pegadaian Area Jogja menjalin kerja sama pendampingan hukum dengan Kejaksaan Negeri Jogja, Rabu (25/1/2023).
Deputi Bisnis Area Jogja PT Pegadaian Jogja, Yohanis Wulang mengatakan Pegadaian diamanahkan pemerintah untuk penyaluran kredit fidusia sehingga perlu mendapat pendampingan dan pembelajaran hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dari Kejaksaan. Salah satu tujuannya untuk mengantisipasi dan menyelesaikan munculnya permasalahan hukum di lapangan.
"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan, ketika muncul masalah hukum di lapangan maka kami membutuhkan bantuan hukum. Perjanjian kerjasama (PKS) dengan kejaksaan ini sebagai bentuk sinergi antarinstansi untuk menyelesaikan masalah hukum perdata dan tata usaha negara," katanya usai penandatanganan PKS Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Kantor Pegadaian Jogja, Rabu (25/1/2023).
BACA JUGA : Begini Kondisi Istri Ferdy Sambo Setelah Jadi Tahanan
Pemberian bantuan hukum oleh kejaksaan, katanya merupakan hal wajar karena Pegadaian merupakan salah perusahaan BUMN di mana asetnya merupakan milik negara. Dari sekian banyak nasabah pembiayaan yang dilayani, katanya, tentu ada permasalahan hukum yang bisa muncul.
"Misalnya ada yang sengaja tidak membayar dan lainnya. Memberikan somasi mungkin belum cukup menyelesaikan masalah sehingga kami menggandeng kejaksaan. Mudah-mudahan, dengan kerjasama ini bisa memberikan manfaat bagi kami," katanya.
Pihaknya mencatat, untuk area Jogja ada sekitar Rp500 juta angka kredit yang termasuk tunggakan nasabah. Meski angka tersebut terbilang kecil, namun bagi Pegadaian Jogja jumlah tersebut sangat besar. Apalagi dengan jumlah nasabah lebih dari 200.000 orang.
"Dengan PKS ini, kami berharap nasabah bisa memerhatikan kelancaran ansuran sehingga nasabah lainnya yang membutuhkan layanan juga bisa dilayani dengan baik," katanya.
BACA JUGA : Polisi Dalami Motif Pencurian Laptop Jaksa KPK di Jogja
Kepala Kejaksaan Negeri Jogja Gatot Guno Sembodo mengatakan instansinya akan memberikan pendampingan secara optimal kepada Pegadaian. Mulai mitigasi, pertimbangan hukum, pelayanan hukum dan sebagainya. "Kami menyiapkan lima jaksa pengacara negara (JPN) untuk mendampingi Pegadaian. Mengingat usaha pembiayaan memiliki resiko yang akan dihadapi," katanya.
Gatot mengatakan, nasabah yang mengelola atau memanfaatkan pembiayaan di Pegadaian diharapkan melaksanakan kewajibannya sesuai perjanjian yang disepakati. Kejaksaan sebagai pengacara negara siap allout untuk mengamankan aset-aset Pegadaian.
"Dana yang dikelola itu juga merupakan bagian dari uang negara sehingga kewajiban nasabah harus dilaksanakan. Jangan sampai, pihak Pegadaian melimpahkan (nasabah) kepada kejaksaan. Jadi kami imbau nasabah untuk menjalankan kewajibannya," kata Gatot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Komdigi melarang operator menghilangkan sisa kuota internet pelanggan. Simak pilihan rollover, perpanjangan masa aktif hingga refund.
Forbes merilis daftar 50 orang terkaya Singapura 2026. Eduardo Saverin masih nomor satu dengan kekayaan US$32,9 miliar, meski turun US$10,1 miliar.
Sebanyak 15 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi mahasiswa baru
Cara cek rekening penipu online sebelum transfer melalui layanan CekRekening dan Kredibel. Simak langkah serta tindakan jika sudah menjadi korban.
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta bersama Universitas Dhyana Pura Bali menggelar Summer Camp Visual Ethnography 2026 bersama mahasiswa Jepang