Advertisement

Ini Cara Mengetahui Kadar Emas, Fungsi dan Penghitungannya

M. Taufikul Basari
Rabu, 08 Maret 2023 - 18:37 WIB
Sunartono
Ini Cara Mengetahui Kadar Emas, Fungsi dan Penghitungannya Emas perhiasan. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Emas masih jadi logam mulia yang paling banyak diburu sebagai produk investasi maupun perhiasan. Logam dengan nama latin aurum (au) ini juga jadi instrumen cadangan devisa sejumlah bank sentral dunia.

Di masyarakat emas juga menjadi instrumen investasi konservatif yang cenderung disukai semua kalangan, baik dalam bentuk emas murni 24 karat maupun dalam bentuk perhiasan.

Advertisement

Nah, tidak semua emas yang beredar adalah emas murni, khususnya untuk produk perhiasan. Emas murni cenderung tidak cocok untuk perhiasan karena terlalu lunak sehingga berisiko berubah bentuk karena benturan.

BACA JUGA : Awal Bulan, Harga Emas Melesat Rp10.000 per Gram 

Alhasil, para pengrajin menyampur logam lain yang lebih keras agar perhiasan jadi lebih kuat. Campuran logam lain ini menjadikan emas memiliki banyak variasi dilihat dari tingkat kemurniannya yang kerap disebut kadar emas.

Karena nilainya yang tinggi, sangat penting untuk mengetahui kadar emas sebelum membeli atau menjualnya. Kadar emas menunjukkan jumlah emas yang terkandung dalam sebuah barang, biasanya diukur dalam karat atau persentase.

Cara paling umum untuk mengukur kadar emas adalah dengan menggunakan karat. Karat adalah skala pengukuran yang digunakan untuk menentukan kadar emas dalam sebuah barang. Satu karat sama dengan 1/24 bagian atau sekitar 4,1667 persen. Oleh karena itu, emas 24 karat murni adalah 100 persen emas.

Untuk mengetahui kadar emas, kita harus mengetahui karatnya. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengukur karat atau melalui uji asam. Setelah mengetahui karatnya, Anda dapat menghitung kadar emas dengan mengalikan persentase emas dalam barang dengan berat total barang.

BACA JUGA : Turun, Harga Emas di Pegadaian Mulai Rp520.000

Misalnya, jika sebuah cincin memiliki berat 10 gram dan memiliki kadar emas 18 karat (sekitar 75 persen emas), maka kadar emas dalam cincin tersebut dapat dihitung dengan cara mengalikan berat cincin dengan persentase emasnya: 10 gram x 0,75 = 7,5 gram emas.

Adapun cara memeriksa kadar emas tanpa merusak perhiasan bisa memakai mesin karatimeter yang akan menunjukkan kadar emas dengan cara memindainya dalam hitungan menit.

Bisa juga menggunakan gold tester, alat laboratorium yang berguna untuk mengukur keaslian emas.  

Standar Karat di Indonesia

Standar nasional Indonesia (SNI) 13-3487-2005 menetapkan standar karat emas yang diakui di Indonesia. Berdasarkan SNI ini, kadar emas diukur dalam satuan karat, dengan standar sebagai berikut: 

  • 24 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 99—99,9 persen;
  • 23 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 94,80—98,89 persen;
  • 22 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 90,60—94,79 persen;
  • 21 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 86,50—90,59 persen;
  • 20 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 82,30—86,49 persen;
  • 19 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 78,20—82,29 persen;
  • 18 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 75,40—78,49 persen;
  • 14 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 58,30—41,70 persen;
  • 10 Karat, artinya kandungan emas murninya sekitar 41,70—58,30 persen.

Kadar emas yang ditetapkan dalam standar SNI ini menjadi acuan bagi produsen dan konsumen dalam memproduksi dan membeli perhiasan atau barang-barang lain yang mengandung emas.

Dengan mengacu pada standar ini, diharapkan konsumen dapat memastikan bahwa barang yang dibeli memiliki kadar emas yang diinginkan dan berkualitas baik. Standar ini juga memberikan perlindungan bagi konsumen dari penipuan atau barang palsu dengan kadar emas yang tidak sesuai. 

Beda Emas Kuning dan Emas Putih

Selain kadar, emas perhiasan juga punya warna yang berbeda-beda. Hal ini lumrah karena logam penyampurnya yang juga berbeda. Salah satu yang paling dikenal adalah emas kuning dan emas putih.

Emas kuning dan emas putih adalah dua jenis emas yang sering digunakan dalam pembuatan perhiasan. Meskipun keduanya memiliki warna yang berbeda, keduanya terbuat dari campuran emas dengan logam lainnya.

Emas kuning dibuat dengan campuran emas murni dengan logam seperti tembaga dan seng. Kandungan emas murni dalam emas kuning biasanya berkisar antara 75% hingga 90%. Logam tambahan yang digunakan memberikan kekuatan dan tahan lama pada emas kuning, serta memberikan warna kuning yang khas.

Sementara itu, emas putih dibuat dengan mencampurkan emas murni dengan logam seperti perak, nikel, atau palladium. Campuran ini menghasilkan warna putih atau abu-abu keperakan pada emas, dan kandungan emas murni biasanya berkisar antara 58% hingga 75%. Emas putih juga dapat dilapisi dengan rhodium untuk memberikan kilauan yang lebih terang dan tahan lama.

Perbedaan utama antara emas kuning dan emas putih adalah warna dan komposisi logam tambahan yang digunakan. Emas kuning memiliki warna kuning yang khas, sementara emas putih memiliki warna putih atau abu-abu keperakan. Selain itu, emas kuning memiliki kandungan emas murni yang lebih tinggi dibandingkan emas putih.

BACA JUGA : Mau Belanja Emas di Hari Minggu? Cek Harganya!

Pilihan antara emas kuning atau emas putih dalam pembuatan perhiasan biasanya tergantung pada preferensi pribadi. Emas kuning sering dianggap lebih klasik dan tradisional, sedangkan emas putih lebih modern dan elegan. Namun, keduanya memiliki keindahan dan nilai yang sama tergantung pada penggunaan dan desain perhiasannya. 

Harga Emas Putih Cenderung Lebih Mahal

Harga emas putih dan emas kuning dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti kandungan karat, ukuran, dan desainnya. Namun secara umum, emas putih memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan emas kuning dengan kandungan karat yang sama.

Hal ini disebabkan karena untuk membuat emas putih, diperlukan tambahan logam putih seperti paladium, perak, atau nikel untuk memberikan efek warna putih pada emas. Tambahan logam ini membuat biaya produksi emas putih lebih mahal dibandingkan emas kuning yang tidak membutuhkan tambahan logam.

Selain itu, permintaan untuk emas putih cenderung lebih tinggi daripada emas kuning karena banyak konsumen yang lebih menyukai tampilan modern dan elegan dari emas putih. Namun, perlu diingat bahwa harga emas dapat berfluktuasi tergantung pada kondisi pasar dan permintaan, sehingga perlu selalu memantau harga sebelum membeli emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Pilkada Bantul: Golkar dan Demokrat Bertemu, Menjajaki Koalisi

Jogja
| Sabtu, 13 Juli 2024, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Pelajar yang Berani Baca Puisi Bisa Gratis Masuk Destinasi Wisata Ini

Wisata
| Sabtu, 13 Juli 2024, 17:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement