Advertisement

Kinerja Impor Naik 38,65%, Ini Komoditas Penyumbang nya

Annasa Rizki Kamalina
Kamis, 15 Juni 2023 - 15:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Kinerja Impor Naik 38,65%, Ini Komoditas Penyumbang nya Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12 - 2019). Bisnis / Himawan L Nugraha

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA–Kinerja impor pada Mei 2023 mencatat kenaikan sebesar 38,65% secara bulanan atau month-to-month (mtm). 

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statsitik (BPS) Moh. Edy Mahmud mengatakan bahwa kenaikan tersebut merupakan pola musiman yang terjadi setiap tahunnya selepas Hari Raya Idulfitri. 

Advertisement

“Dalam tiga tahun terakhir, seperti yang terjadi di ekspor, pascalibur Lebaran, impor selalu menunjukkan pola meningkat,“ ujarnya saat konferensi pers, Kamis (15/6/2023).

BACA JUGA: Dinas Koperasi Gratiskan Ongkir 2.500 Produk UKM ke Australia

Padahal, sebelumnya kinerja impor sempat turun hingga 25,45% (mtm) pada April 2023. 

Lebih lanjut Edy memaparkan, kenaikan untuk nonmigas sebesar 46,42% (mtm). Utamanya kenaikan terjadi pada impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya kode hs 84, naik 52,49% dengan nilai US$1,06 miliar. 

Mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) naik 38,81% dengan nilai ekspor US$676 juta, kendaraan dan bagiannya kode hs 87 naik 76,76% senilai US$489,2 juta. 

Impor besi dan baja naik 50,58% dengan nilai US$392,8 juta, terakhir impor plastik dan barang dari plastik tumbuh (HS 39) 63,34% senilai US$360,3 juta. 

BACA JUGA: Ketergantungan Impor Membuat Ketahanan Pangan Indonesia Lemah

Di sisi lain, impor migas naik 6,09% akibat peningkatan impor minyak mentah yang naik sebesar 51,81%. 

Per Mei 2023, pangsa impor nonmigas berasal dari China dengan nilai US$5,95 miliar atau memberikan andil sebesar 32,8% terhadap total impor nonmigas. 

BPS juga mencatat China sebagai negara dengan peningkatan impor terbesar secara bulanan. Komoditas utama yang menyumbang, yaitu mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84) dengan nilai US$430,3 juta. 

Adpaun, secara tahunan (year-on-year/yoy), impor juga tercatat naik sebesar 14,35%. Impor migas turun 6,52% dari US$3,35 miliar menjadi US$3,14 miliar, sedangkan nonmigas naik 18,94% dari US$15,26 miliar menjadi US$18,14 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hujan Deras Guyur Lereng Merapi Warga Diminta Waspada

Hujan Deras Guyur Lereng Merapi Warga Diminta Waspada

Sleman
| Sabtu, 28 Maret 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Dua Restoran Indonesia Tembus 50 Daftar Terbaik Asia

Dua Restoran Indonesia Tembus 50 Daftar Terbaik Asia

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement