Ahmad Raditya dan Anggita Wakili DIY Jadi Calon Paskibraka Nasional
Dua pelajar DIY resmi diberangkatkan mengikuti pelatihan Paskibraka Nasional di Jakarta sebelum bertugas pada HUT Ke-81 RI di Istana Negara.
Pemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DIY dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY memproyeksikan inflasi DIY akan terus melandai. Beberapa upaya akan dilakukan untuk menjaga inflasi di sepanjang 2023.
Plh Kepala Perwakilan BI Kantor Perwakilan DIY, Harso Hutomo mengatakan inflasi 2023 akan ada dalam rentang target 3 ± 1%. Rencana jangka pendek, TPID DIY akan terus melanjutkan upaya-upaya peningkatan pasokan dan stabilitas harga. Baik melalui Kerja sama Antar Daerah (KAD) intra provinsi maupun dari luar daerah.
BACA JUGA: Inflasi DIY Juni 2023 Lebih Rendah dari Nasional
"BI bersama TPID DIY memperkirakan inflasi DIY akan terus melandai," ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, Selasa (4/7/2023).
Upaya lainnya dengan meningkatkan intensitas operasi pasar, optimalisasi lahan, pengembangan pertanian off-season, serta terus melakukan monitoring implementasi kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya untuk mewaspadai risiko EL Nino ke depan.
"Seluruh upaya pengendalian inflasi tersebut dilakukan melalui sinergi TPID dengan berbagai pihak melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP)," jelasnya.
Laju inflasi DIY pada Juni 2023 melandai. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY inflasi Juni 2023 sebesar 0,02% secara bulanan atau month to month (mtm), secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 4,20%, dan secara tahun kalender atau year to date (ytd) 1,64%.
Inflasi Juni 2023 secara mtm lebih rendah dari Mei 2023 di posisi 0,35%. Jika dibandingkan Juni tahun lalu juga masih lebih rendah, di mana tahun lalu inflasinya 0,52%.
Dia menjelaskan melandainya inflasi Juni 2023 didorong oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Harga Pertamax turun dari Rp13.300 per liter menjadi Rp12.400 per liter. Penurunan juga terjadi pada Pertamax Dex dari Rp14.600 per liter menjadi Rp13.250 per liter.
BACA JUGA: Tahun Ajaran Baru, Inflasi Sleman Terkerek
"Sehingga komoditas bensin memberikan andil deflasi 0,07% mtm. Penurunan inflasi juga didukung oleh komoditas pangan antara lain beras, cabai merah, dan bawang merah."
Sementara itu, melandainya inflasi tertahan oleh peningkatan harga daging ayam ras. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga daging ayam di Yogyakarta pada Juni 2023 mencapai Rp40.150 per kg, naik dari posisi Mei 2023 Rp37.750 per kg.
"Kenaikan harga daging ayam ras ini imbas dari naiknya harga jagung dan bekatul untuk pakan ayam. Sehingga mempengaruhi harga produksi," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua pelajar DIY resmi diberangkatkan mengikuti pelatihan Paskibraka Nasional di Jakarta sebelum bertugas pada HUT Ke-81 RI di Istana Negara.
Polisi memastikan pelaku ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang bukan bagian dari jaringan terorisme. Motif diduga berkaitan dengan perundungan yang dialami pelaku
Pemerintah membuka peluang penurunan harga Pertamax jika harga minyak dunia terus turun. BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan harga.
Piala Dunia 2026 mencetak rekor pendapatan FIFA hingga Rp269 triliun. Harga tiket final bahkan sempat menyentuh Rp41 miliar per lembar.
SPMB SNT 2026 dibuka 21-24 Juli! Kuota 80 siswa per sekolah. 10 perbedaan SNT vs sekolah negeri: pusat, kurikulum 3 lapis, STEAMS, fasilitas internasional.
Kemarau panjang di Bantul menyebabkan kolam ikan mengering. Pembudidaya menghentikan produksi akibat minimnya pasokan air selama lebih dari dua bulan.