Pemkot Jogja Temukan 80 Koperasi Tak Aktif, Ini Penyebabnya
Pemkot Jogja menemukan sekitar 80 koperasi tidak aktif. Penilaian Koperasi Berprestasi 2026 difokuskan untuk pembinaan dan peningkatan tata kelola.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Bank Indonesia (BI) DIY menyebut industri pengolahan pada triwulan II 2023 tumbuh cukup tinggi dan merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi DIY. Berdasarkan karakteristiknya, industri pengolahan di DIY didominasi oleh skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Lapangan industri pengolahan pada triwulan II 2023 kemarin tumbuh masih cukup tinggi dan merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi DIY. Berdasarkan karakteristiknya, industri pengolahan di DIY didominasi oleh skala usaha mikro dan kecil. Jadi termasuk dengan UMKM. Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah [UMKM] ini telah menjadi penopang utama ekonomi DIY dengan mencapai 99,56,” kata Kepala Perwakilan BI DIY, Ibrahim, dalam talkshow Business Matching Pembiayaan 2023 di Hotel Marriott, Senin (4/9/2023).
Kepala Perwakilan BI DIY, Ibrahim menyampaikan pada triwulan II tahun 2023 pertumbuhan ekonomi DIY mampu tumbuh 5,16 atau lebih tinggi dibandingkan dengan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,13. Menurutnya pertumbuhan tersebut terutama didorong beberapa lapangan usaha utama di DIY antara lain pertanian, penyediaan akomodasi, makan dan minum, serta perdagangan, termasuk industri pengolahan.
Menurut Ibrahim menguatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2023 tersebut merupakan salah satu momentum yang perlu dimanfaatkan bagi semua pihak, mengingat UMKM memiliki kontribusi signifikan bagi perekonomian. Menurutnya ketahanan UMKM perlu dijaga dalam menopang stabilitas ekonomi dan kekuatan ekonomi sesuai pilar kebijakan ekonomi dan inklusi keuangan dalam kerangka kebijakan BI yakni kebijakan makroprudensial.
BACA JUGA: DIY Alami Deflasi pada Agustus 2023, Pemda: Sudah Jadi Tren Tahunan!
Meski begitu, menurutnya dalam upaya mendukung UMKM di DIY ada beberapa tantangan yang masih dihadapi, salah satunya terkait dengan asimetri informasi antara UMKM dengan lembaga keuangan. Menurutnya masih ada keterbatasan kapasitas SDM UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan, kemudian lembaga keuangan juga memiliki keterbatasan dalam memperoleh informasi keuangan UMKM yang siap dibiayai.
Dalam menghadapi hal tersebut, menurutnya pihaknya berupaya melakukan pengembangan UMKM melalui tiga pilar yaitu korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan pembiayaan. Pembiayaan kepada UMKM baik melalui perbankan atau lembaga keuangan ini merupakan hal terpenting agar UMKM dapat terus naik kelas dan membaik.
“Selain itu timbal balik keduanya merupakan bentuk simbiosis mutualisme dalam ekonomi bagi seluruh pihak. Yang tentu saja akan berdampak pada ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan domestik bruto di daerah,” papar Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, hingga tahun 2023, terdapat total 236 UMKM yang didampingi secara langsung oleh Kantor Perwakilan BI DIY. Dimana 57 UMKM diantaranya tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Monitoring Program Ketahanan Pangan (SIKEPANG).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menemukan sekitar 80 koperasi tidak aktif. Penilaian Koperasi Berprestasi 2026 difokuskan untuk pembinaan dan peningkatan tata kelola.
Sebanyak 25.000 Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus-September 2026 dengan dukungan penuh seluruh kementerian dan lembaga.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Satpol PP Bantul berhasil mengungkap lokasi yang diduga menjadi tempat produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
KPK menyita Toyota Alphard milik Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini yang diduga diterima dari pihak swasta terkait proyek di PT Air Minum Giri Menang