ESDM Siapkan Rp4,86 Triliun Pulihkan Kapasitas PLTP Sarulla
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA—Penggabungan usaha atau merger antara anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Citilink Indonesia dan Pelita Air dikabarkan mengalami perubahan rencana.
Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membahas skema penggabungan usaha yang mengalihkan lisensi penerbangan reguler Pelita Air ke Citilink. Pelita Air nantinya juga menjadi entitas anak dari Garuda Indonesia.
Terkait hal tersebut, President & CEO Citilink Indonesia, Dewa Rai menjelaskan skema merger tersebut kemungkinan akan berubah.
Kini Kementerian BUMN berencana memasukkan maskapai-maskapai pelat merah menjadi subholding pada holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, yakni InJourney.
"Barangkali ada perubahan kebijakan setelah terjadi pembicaraan yang cukup serius di pemangku kepentingan. Saya tidak dapat memastikan, tetapi kemungkinannya merger itu tidak jadi," ujar Dewa dalam acara CEO Talks INACA di Jakarta, Kamis (2/11/2023).
Dewa mengatakan, Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air direncanakan masuk pada subholding aviasi di bawah manajemen InJourney. Adapun, proses masuknya maskapai-maskapai pelat merah ini ditargetkan rampung pada akhir 2023 hingga kuartal I/2024 mendatang.
Dia menjelaskan, saat ini Kementerian BUMN dan pihak terkait lainnya tengah mengkaji fundamental bisnis maskapai-maskapai tersebut sebelum diintegrasikan ke InJourney.
BACA JUGA: Garuda Indonesia Tawarkan Promo Diskon Tiket, Berikut Rutenya
Dewa memaparkan, ketiga maskapai tersebut nantinya akan tetap beroperasi sesuai dengan target pasarnya masing-masing. Secara rinci, Garuda Indonesia akan melayani segmen full service, Pelita Air melayani pasar medium, sedangkan Citilink akan melayani pasar low cost carrier (LCC). “Masing-masing maskapai sudah memiliki segmen pasarnya masing-masing. Jadi tidak perlu ada Citilink dan Pelita Air dilebur sepenuhnya menjadi produk yang sama,” kata Dewa.
Di sisi lain, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra belum berkomentar banyak terkait proses integrasi Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air ke InJourney. Hal ini karena proses diskusi masih terus dilaksanakan dan opsi penggabungan usaha dengan skema lain masih terbuka.
Namun, Irfan berharap proses penggabungan tersebut dapat selesai pada akhir 2023 ini. "Saya belum bisa ngomong apa-apa karena ini masih dibicarakan, masih ada beberapa kemungkinan," ujar Irfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.