El Nino Mulai Diwaspadai, Bulog DIY Perkuat Cadangan Beras
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Pemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Tren pertumbuhan ekonomi DIY 2024 diramal akan lebih baik dari tahun ini. Namun suplai pangan Indonesia yang masih tergantung global dapat memengaruhi inflasi.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo meramal ekonomi DIY bisa tumbuh di kisaran 5,5%-5,6% tahun depan. Di atas target nasional 5,2%. Sementara terkait dengan inflasi menurutnya yang perlu diwaspadai adalah terkait dengan pangan. Sebab kondisi global belum membaik dan pangan Indonesia masih bergantung dari suplai global.
Beberapa negara yang biasa ekspor pangan kini berhenti ekspor. Sebab perang Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina masih berlanjut. Sehingga beberapa komoditas pangan yang disuplai dari impor kemungkinan akan terdampak.
"Harus hati-hati saja, inflasi pangan tetap bisa jadi momok. Pengalaman yang lalu kasus inflasi secara nasional dan daerah bisa didorong karena pangan dalam arti luas," jelasnya, Rabu (27/12/2023).
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Loyo di Akhir Tahun, Ini Penyebabnya
Jadi Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi DIY, Ini Tanggapan Pelaku Angkutan Pariwisata
BI DIY: Ada 3 Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan III/2023
Selain pangan, inflasi juga bisa disumbang dari sektor pendidikan, misalnya jika terjadi kenaikan SPP. Juga berasal dari kenaikan harga tiket saat musim liburan.
"Saat liburan harga tiket melonjak, ini yang ke depan harus jadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, pemerintah daerah (Pemda), dan Bank Indonesia (BI) tidak hanya memastikan stok aman, namun juga distribusinya," lanjutnya.
Kepala Perwakilan BI DIY, Ibrahim memperkirakan inflasi 2024 diperkirakan semakin melandai dan berada pada sasaran 2,5% plus minus 1%. Penyesuaian suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diperkirakan akan mempengaruhi penurunan ekspektasi inflasi.
Penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bersama TPID dalam tajuk 4K [Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif] juga diharapkan dapat mengendalikan inflasi. Beberapa tarif terkait bahan bakar rumah tangga, air serta BBM non subsidi yang masih stabil dengan tahun 2023 diperkirakan dapat menghambat pertumbuhan inflasi.
"Ke depannya terdapat beberapa risiko dan faktor yang perlu diwaspadai dalam rangka menjaga pencapaian target inflasi diantaranya penyelenggaraan event yang diselenggarakan berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu, kemungkinan anomali iklim yang mempengaruhi produktivitas pertanian serta peningkatan permintaan antar daerah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.