YIA Baru Tampung 4 Juta Penumpang, Koridor Joglosemar Dikebut
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menargetkan okupansi hotel di DIY bisa meningkat 5%-10% pada tahun ini.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan target ini diputuskan dari hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2024.
Target peningkatan okupansi 5%-10% ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, jumlah kamar di 2024 yang akan bertambah dan terjadi pemerataan.
Kedua, PHRI DIY memproyeksikan kondisi ekonomi masih akan stabil di 2024. Begitu juga dengan stabilitas keamanan di tahun politik ini. "Kami hanya targetkan 5-10 peren [peningkatan okupansi] hotel/resto meningkat dibandingkan 2023 yang rata-rata di 60-80 persen,” ucapnya, Selasa (23/1/2024).
Saat Rakerda, kata dia, juga dibahas soal upaya peningkatan hospitality hotel dan resto. Beberapa upaya yang akan dilakukan yakni dengan melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi bagi sumber daya manusia (SDM) hotel dan resto.
"Lebih meningkatkan sinergitas dan guyub sesarengan dengan pemerintah daerah [pemda], baik di tingkat provinsi atau kabupaten/kota dan asosiasi pariwisata DIY. Juga selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah yang menghambat pertumbuhan ekonomi bagi industri pariwisata," jelasnya.
Indekos Harian
Lebih lanjut dia menyampaikan, Rakerda juga membahas tentang evaluasi 2023. Salah satunya banyak rumah/kamar indekos yang digunakan sewa harian. Menurut dia, hal ini tak hanya merugikan PHRI tetapi juga pemerintah karena tidak adanya beban pajak dan hospitality yang baik.
BACA JUGA: Pajak Hiburan Naik, PHRI dan GIPI DIY Kompak Keberatan
Evaluasi lainnya yakni mendorong pemerintah untuk membuka akses penerbangan langsung dari beberapa negara yang belum ada di Yogyakarta International Airport (YIA).
"Benar [Rakerda digelar 17-18 Januari 2024] di Grand Dafam Signature YIA Hotel Kulonprogo. Pembukaan di Balekambang YIA untuk lebih mengenalkan potensi wisata YIA, Kulonprogo, dan penutupan di Waduk Sermo, ini juga lebih mengenalkan salah satu unggulan wisata Kulonprogo, kami didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Kulonprogo dan manajemen YIA.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Realisasi Dana Keistimewaan Bantul mencapai Rp23 miliar atau 69,9 persen. BPKPAD optimistis target 80 persen terpenuhi sebelum penyaluran tahap III.
Sri Sultan HB X menegaskan AI di industri asuransi harus menjaga martabat manusia. OJK menyebut AI hanya menjadi alat bantu profesional.
DPR meminta Polri memperkuat pemberantasan judi online setelah PPATK mencatat 467,32 juta transaksi judol pada semester I 2026.
IESR menilai proyek PLTS 100 GW perlu menjadi program nasional agar target pembangunan dalam tiga tahun dapat tercapai dan mendorong ekonomi.
SPPG Jatisarono, Nanggulan, dihentikan sementara usai dugaan keracunan MBG yang menyebabkan sekitar 70 siswa SMKN 1 Nanggulan mengalami mual dan diare.