Advertisement
Daya Beli Turun, Asita DIY Sebut Wisatawan Banyak Pilih Homestay ketimbang Hotel
Ilustrasi homestay. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Asita DIY berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY terkait dengan wisata DIY. Selain tiket yang mahal, tidak adanya lonjakan yang signifikan juga dipengaruhi daya beli yang turun.
Daya beli yang turun ini menyebabkan wisatawan memilih homestay untuk menginap, daripada pesan kamar hotel berbintang. Homestay dipilih karena bisa menampung banyak orang 10-12 orang daripada sewa 3-4 kamar di hotel. "Mending cari satu rumah bisa 10-12 orang, ini juga sedang digandrungi wisatawan domestik," tuturnya.
Advertisement
BACA JUGA: Sebaran Belum Merata, Kualitas dan Kuantitas Homestay di Bantul Perlu Ditingkatkan
Dia menyebut Asita banyak menerima pertanyaan tentang homestay. Wisatawan lebih memilih homestay sehingga bisa untuk berkumpul sekeluarga. "Mereka gak mau di hotel jadi homestay, bisa berkumpul beberapa keluarga, ini sering kami temui," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pagu Dana Desa 2026 di Gunungkidul hanya Rp300 Jutaan Per Kalurahan
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
- Indef: MBG Dorong PDB Nasional hingga 0,17 Persen pada 2040
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Harga Emas Hari Ini Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data AS
- China Larang Ekspor Dwiguna ke Jepang, Fokus Sektor Militer
Advertisement
Advertisement



