7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Foto Ilustrasi. Kereta api cepat Jakarta-Bandung Whoosh. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berencana membentuk tim khusus untuk proyek perpanjangan jalur kereta cepat dari Jakarta ke Surabaya, Jawa Timur. Hal ini diutarakan Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi.
Jodi menjelaskan, pembentukan tim yang direncanakan oleh Menko Marves Luhut Pandjaitan tersebut bertujuan untuk membantu kelanjutan dan kelancaran proyek ini saat nantinya terjadi pergantian pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Dia menuturkan, diskusi terkait pembentukan tim ini juga telah berlangsung. Rencananya, tim proyek perpanjangan jalur Kereta Cepat ke Surabaya akan melibatkan sejumlah instansi dan lembaga terkait.
Meski demikian, Jodi belum memperinci secara detail instansi-instansi mana yang akan disertakan dalam tim tersebut
"Timnya ini ada dari Kemenko Marves, Kementerian Perhubungan, kemudian ada KAI juga dilibatkan, dan lainnya," kata Jodi saat ditemui di Gedung Kemenko Marves, Jakarta, Rabu (24/4/2024).
Jodi melanjutkan, sejak mulai beroperasi pada Oktober 2023 lalu, dampak positif dari beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Indonesia sudah dapat dirasakan. Efek tersebut akan semakin terasa jika nantinya perpanjangan jalur ke Surabaya terealisasi.
Dia mengatakan, kehadiran Kereta Cepat hingga ke Surabaya sudah pasti akan memangkas waktu tempuh masyarakat. Hal ini juga akan meningkatkan interkonektivitas antarkota pada jalur Kereta Cepat.
BACA JUGA: Pembangunan TPS Sementara Gadingsari di Bantul Jalan Terus, Lahan Masih Dibersihkan
Jodi melanjutkan, Kereta Cepat juga akan mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan roda empat sehingga akan turut menurunkan beban transportasi di jalan darat.
"Dengan pembentukan tim itu, Pak Luhut istilahnya sudah paving the way supaya pemerintahan berikutnya bisa melanjutkan program perpanjangan Kereta Api Cepat sampai Surabaya," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak percepatan studi kelayakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi usai Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi di Istana Merdeka, Jakarta pada pekan lalu.
Dia juga menekankan bahwa Jokowi turut membahas mengenai masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau WHOOSH serta mendorong adanya alih teknologi.
"Bapak Presiden [Jokowi] menilai perlu adanya percepatan penyelesaian studi kelayakan untuk perpanjangan trase [Kereta Cepat] ke Surabaya," katanya. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.