Advertisement
Sektor Pertanian Lesu di Awal Tahun, Pakar UGM Proyeksikan Tumbuh Positif di Triwulan II 2024
Petani menyiapkan lahan di lahan Padukuhan Gading I, Kalurahan Gading, Playen, Gunungkidul pada Sabtu (7/1/2024). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat lima lapangan usaha utama di DIY pada triwulan I 2024 tumbuh positif, kecuali pertanian. Sektor ini terkontraksi 9,51% akibat dampak El Nino.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Subejo memproyeksikan sektor pertanian DIY akan tumbuh positif di triwulan II 2024. Bersamaan dengan puncak panen raya padi.
BACA JUGA: Jemaah Calon Haji DIY Tetap Berangkat Lewat Solo Meski Adi Soemarmo Turun Status
Dia menyebut berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY panen akan terjadi pada April-Mei 2024. Perkiraan total produksi mencapai 303.542 ton.
Pada periode Januari-Mei 2024 diperkirakan total produksi padi di DIY mencapai 389.001 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 245.849 ton beras dengan luas lahan panen mencapai 68.121 hektar sawah.
"Kuartal II di DIY nampaknya akan tumbuh positif setelah kontraksi di kuartal I," ucapnya, Rabu (8/5/2024).
Lebih lanjut dia memperkirakan pengaruh El Nino di triwulan II 2024 tidak signifikan. Ia menjelaskan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awal musim kemarau 2024 terjadi pada Mei-Agustus 2024.
Menurutnya musim kemarau perlu jadi perhatian, khususnya terkait dengan potensi ketersediaan air yang terbatas. Sehingga untuk daerah dengan irigasi teknis atau irigasi sederhana perlu menyesuaikan pola tanam dengan prioritas pada tanaman palawija.
"Sedangkan daerah irigasi teknis masih memungkinkan menanam padi," jelasnya.
Advertisement
BACA JUGA: Pupuk Murah Beredar di Ngawen, Pemkab Gunungkidul Curiga Palsu
Sebelumnya, Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan lima sektor utama yang kontribusinya paling besar di DIY adalah industri dengan andil 12,07%, pertanian 10,87%, akomodasi dan makan minum 10,41%, Infokom 9,8%, dan konstruksi 8,69%.
Lima sektor utama ini berkontribusi sebesar 51,85% terhadap total perekonomian di DIY. Dari 17 sektor, 5 sektor diantaranya pengaruhnya sudah lebih dari separuh.
"Sektor utama tumbuh positif kecuali sektor pertanian," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









