Desa Sejahtera Astra Desa Les Tumbuh Melalui Pelestarian Alam
Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali Utara menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan
Ilustrasi. /Istimewa
JOGJA—Pembayaran tarif listrik menjadi salah satu pengeluaran yang tak bisa dihindari. Hal itu lantaran listrik menjadi kebutuhan utama bagi banyak orang.
Lalu, untuk menghemat pembayaran tarif listrik per bulannya, berikut beberapa tips untuk Anda dilansir dari keterangan resmi yang diterima, Jumat (27/9/2024):
Salah satu cara untuk menghemat pemakaian token listrik adalah dengan membatasi penggunaan alat elektronik yang memiliki daya listrik cukup tinggi.
Gunakan alat elektronik tersebut untuk waktu tertentu sesuai dengan keperluan.
Alat-alat elektronik dengan daya listrik tinggi seperti AC atau mesin cuci sebaiknya digunakan saat benar-benar Anda membutuhkan.
Adapun, jika tiba-tiba token listrik habis, Anda dapat membeli token listrik melalui aplikasi GoPay karena selalu ada harga murah,

Selain itu di aplikasi GoPay biaya admin pembeliannya pun rendah. Meski demikian Anda sebaiknya tetap bijak dalam menggunakan listrik sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.
Tips hemat token listrik berikutnya cukup sederhana yakni mencabut atau mematikan alat elektronik yang sudah tidak dipakai. Meski hal ini terbilang remeh, nyatanya banyak orang abai dan membiarkan alat elektronik dalam waktu yang lama mengonsumsi listrik meski sedang tidak digunakan.
Seringkali yang diabaikan oleh banyak orang seperti tidak mencabut charger dari stop kontak, lampu di rumah tidak dibiarkan menyala ketika ditinggal keluar rumah, serta perangkat elektronik laik yang tidak dicabut dari saklar listrik ketika tidak digunakan.
Setidaknya, langkah sederhana ini dapat mengurangi pengeluaran listrik.
Langkah bijak berikutnya untuk menekan pengeluaran kebutuhan listrik agar tidak boros adalah dengan memilih menggunakan alat elektronik yang hemat energi.
Sebaiknya sebelum membeli alat elektronik, Anda perlu memperhatikan label yang ada di alat elektronik tersebut apakah ramah penggunaan listrik secara efisien atau tidak. Cara ini tidak hanya mengurangi penggunaan token listrik secara berlebihan tetapi juga memberikan kontribusi pada pelestarian lingkungan.
Ada baiknya, Anda mulai mengganti lampu di rumah Anda dengan lampu LED agar lebih hemat listrik token. Pasalnya, lampu LED memang memiliki keunggulan dibandingkan lampu pijar, yakni lebih efisien energi sehingga dapat mengurangi penggunaan listrik secara signifikan.
Penggunaan lampu LED adalah langkah sederhana untuk menghemat pengeluaran membeli token listrik yang dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya. Selain terang, lampu LED juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan daya listrik secara berlebihan.
Mencatat pemakaian listrik di rumah setiap hari, dapat membantu Anda mengukur seberapa besar token listrik yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan mencatat pemakaian listrik harian, dapat membantu untuk mengidentifikasi alat elektronik mana yang menggunakan listrik paling banyak dan dapat diatur penggunaannya. Selain itu dengan mencatat pemakaian listrik dapat mengelola kebutuhan token listrik dengan lebih baik dan anti boros.
Demikian tips menghemat pemakaian token listrik biar keuangan tetap aman terkendali. Semoga informasi ini bermanfaat!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali Utara menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Ekonomi Batang tumbuh 7,74% pada 2025, lampaui nasional. Bupati Faiz raih penghargaan bergengsi.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.