Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Lebih dari 50 Orang Terluka
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Foto ilustrasi sayuran - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Menghadapi kelesuan ekonomi akibat deflasi dan mengantisipasi inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman, melakukan Gerakan Membeli Sayuran Petani (Gemati).
"Gemati merupakan upaya antisipasi deflasi harga khususnya pada harga cabai dan sayuran untuk menyerap hasil panen petani yang melimpah," kata Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman bidang Perekonomian dan Pembangunan Haris Martapa di Sleman, Senin (21/10/2024).
Menurut dia, Gemati yang dilaksanakan sejak Kamis (17/10/2024) hingga Senin (28/10/2024) tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung upaya mengatasi deflasi sebagai aksi nyata meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sleman.
"Sasaran atau pembeli dari kegiatan Gemati ini adalah pegawai ASN, non-ASN dan pegawai BUMD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman," katanya.
Ia mengatakan, untuk titik kumpul sayuran dilakukan di Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) Sleman berupa paket sayuran cabai merah keriting, terong, kubis, tomat dan atau hasil panen petani lainnya.
BACA JUGA: Hingga Oktober 2024, Ada Ratusan Tenaga Kerja di Sleman Kena PHK
"Harga per paket sayuran Rp20.000, sehingga cukup terjangkau untuk kalangan pegawai," katanya.
Haris mengatakan upaya lain dalam mengantisipasi kelesuan ekonomi yakni melakukan kegiatan Sesarengan Nanem Bibit (bersama-sama menanam bibit) atau Serabi, Rabu 30 Oktober 2024 di Padukuhan Gejayan, Condongcatur sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor 059 Tahun 2022 tentang Gerakan Penyediaan Lumbung Pangan Kedua dan Penghematan Energi Kabupaten Sleman.
"Selain itu juga mendorong optimalisasi atau pemanfaatan pekarangan dan lahan terbatas di perkotaan, peningkatan produktivitas pertanian khususnya untuk menghadapi kebutuhan Bulan Ramadhan 1446 H," katanya.
Ia mengatakan dalam optimalisasi lahan pekarangan, Pemkab Sleman juga memberikan bantuan sarana produksi untuk optimalisasi pekarangan dalam bentuk mulsa dan bibit sayuran.
"Bantuan bibit yakni cabai rawit ori sebanyak 600 batang, terong 400 batang dan bibit bawang merah. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mandiri Gejayan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 45 kebakaran lahan terjadi di Bantul hingga 26 Juli 2026, mayoritas dipicu pembakaran sampah yang tidak diawasi.