Bansos DIY Menuju Digital 2027, Data Warga Terus Dimutakhirkan
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyampaikan saat ini BPS DIY belum sampai ke tahap pemetaan penyebab turunnya kelas menengah khususnya di DIY. Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan akan tetapi secara umum pada triwulan III 2024 konsumsi rumah tangga sedikit melambat.
Dia mengatakan perlambatan ini bisa jadi dipengaruhi hasil pertanian yang harganya turun. Sehingga menyebabkan konsumsi tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.
"Kami belum sampai situ [petakan kelas menengah DIY]. Biasanya cabai Rp20.000 bisa beli mobil, nah tahun ini dengan harga cabai rendah gak bisa," ucapnya mencontohkan penurunan konsumsi, Selasa (12/11/2024).
Di sisi lain kabar baiknya kalaupun ada perusahaan yang mengambil kebijakan pengurangan pekerjaan tidak serta merta menjadikan pengangguran. Bisa jadi mendapatkan pekerjaan di tempat lain atau buka usaha.
BACA JUGA: Ini Daftar Selebritas yang Pernah Terseret Kasus Judi Online
"Jadi iklim bekerja di triwulan III kondusif," lanjutnya.
BPS mencatat jumlah penduduk kelas menengah selama lima tahun terakhir terus menurun. Di mana pada 2024 sebanyak 47,85 juta penduduk, lebih rendah dibandingkan 2019 sebanyak 57,33 juta penduduk. Penduduk kategori menuju kelas menengah atau aspiring middle class mencapai 137,5 juta jiwa pada 2024, sementara pada 2019 jumlahnya 128,85 juta jiwa.
Sebelumnya, Kaprodi S3 Ilmu Ekonomi FEB UGM, Catur Sugiyanto mengatakan untuk jangka pendek kebijakan menahan laju impor menjadi opsi yang tepat. Sebab perekonomian Indonesia sangat bergantung pada kekuatan konsumsi.
Dia menjelaskan membuka keran impor artinya membuat persaingan yang ketat bagi industri dalam negeri. Mengingat konsumen pastinya mencari produk yang lebih murah, apalagi kondisi keuangan konsumen masih kurang kuat setelah krisis.
"Dalam jangka menengah, memang basis industri yang langsung dikonsumsi masyarakat harus diperkuat," ucapnya. (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.
Changan mulai menyerahkan Nevo Q05 kepada konsumen Indonesia. SUV listrik ini mencatat lebih dari 1.000 SPK dan dibanderol mulai Rp349 juta.
Cleberson menyebut dukungan suporter menjadi kekuatan PSS Sleman saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium.
Kemenkeu mengungkap perkembangan pengalihan saham PSBI dan pembayaran utang Whoosh yang kini memasuki tahap finalisasi.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah berakhir dengan Jateng meraih peringkat kedua. Taj Yasin mendorong pembinaan Al-Qur’an berkelanjutan.
Aduan sampah di Sleman naik sekitar 40% pada 2026. Pembakaran sampah menjadi salah satu laporan yang paling banyak ditangani Satpol PP.