Advertisement
Ini Dia Nakhoda Baru DPD HIPPI DIY untuk 5 Tahun Ke Depan
Ketua Umum DPD Hippi DIY Ariyanto (kedua kanan) bersama perwakilan DPD Hippi DIY saat datang ke Griya Harian Jogja, Selasa (4/2/2025). - Anisatul Umah
Advertisement
JOGJA—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DIY menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada 31 Oktober 2024 lalu. Hasil dari Musda itu, Ariyanto ditetapkan sebagai Ketua Umum periode 2024-2029. Sementara pengurus baru DPD HIPPI DIY akan dilantik pada Kamis (6/2/2025) di Atrium Utama Jogja City Mall (JCM).
Ketua Umum DPD Hippi DIY, Ariyanto mengatakan Hippi bukan organisasi baru. Hippi sudah ada sejak 1976, sementara untuk DPD DIY sudah berdiri sejak 1979. Punya 831 anggota, DPD Hippi DIY dinobatkan sebagai yang teraktif dan anggotanya terbanyak dari 18 DPD yang ada di Indonesia.
Advertisement
Dia menjelaskan anggota DPD Hippi DIY tidak mengacu pada aspek sektoral. Ada yang dari kalangan UMKM, hotel, bus pariwisata, dan lainnya. Menurutnya semua aspek ada di organisasi ini. "Jadi siapapun yang punya usaha atau pimpinan perusahan baik sifatnya lokal dan nasional bisa gabung kami," ucapnya saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Selasa (4/2/2025).
Ariyanto menyebut DPD Hippi DIY punya target agar UMKM menengah ke bawah lingkupnya bisa naik ke skala nasional hingga internasional. Dia menyebut beberapa anggota DPD Hippi DIY sudah ada yang melakukan ekspor.
Lebih lanjut dia mengatakan melalui kunjungan ke Kantor Harian Jogja diharapkan DPD Hippi DIY bisa berkolaborasi bekerja sama untuk memajukan ekonomi. "Kolaborasi agar ekonomi bisa dijalankan dengan baik," lanjutnya.
Sekretaris Umum DPD Hippi DIY, Achmad Rifai menyampaikan saat pelantikan pengurus di JCM tidak hanya kegiatan seremonial. Akan tetapi ada juga gelar wicara dengan narasumber dari pengurus DPD HPPI DIY. "Ada yang belum terkenal tapi secara usaha sudah sukses bahkan sudah hilirisasi," ucap dia.
Dia menjelaskan acara pelantikan digelar di JCM agar bisa dilihat publik dan terjadi kerjasama antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lain (B2B) atau langsung dengan konsumen (B2C). "Nanti kami ada empat gelar wicara di Atrium JCM agar ada B2B dan B2C," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Level Rp16.930 Imbas Geopolitik
- Lantik Direktur Baru, LPS Pastikan Keamanan Dana Masyarakat Terjaga
- Perang Iran-Israel Memanas, Begini Nasib Pariwisata di Jogja
- Harga Ayam Ras Melonjak, Mentan Bongkar Ulah Distributor Nakal
- Janji Mentan Amran: Segel Distributor Nakal Jika Harga Pangan Melejit
- Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini
Advertisement
Advertisement








