Ekonomi DIY Bisa Tembus 6 Persen, KADIN: Syarat Belanja Wisatawan Naik
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menyebut meski ada indikasi penurunan daya beli masyarakat pada awal tahun 2025, investasi pasar modal Indonesia tetap menunjukkan daya tarik bagi masyarakat.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan ada beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia. Pertama, pertumbuhan jumlah investor. Dia mengatakan pada akhir Januari 2025 jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai lebih dari 15 juta investor.
BACA JUGA: BEI Ungkap Ada 9 Perusahaan Beraset Jumbo Lakukan IPO
"Hal ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal," ucapnya, Kamis (13/3/2025).
Faktor kedua menurutnya prospek ekonomi masih stabil. Di mana Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa daya beli masyarakat masih dalam kondisi aman pada awal tahun ini, dengan inflasi inti mencapai 2,36% secara tahunan.
Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan masih stabil. Didukung kebijakan yang berfokus pada stabilitas, investasi, konsumsi domestik, dan program sosial.
Kemudian faktor terakhir adalah optimisme pasar modal. Irfan berharap pasar modal Indonesia akan tetap positif tahun ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mencapai level 8.000.
"Selain itu, sektor-sektor seperti teknologi, perbankan digital, dan energi terbarukan diperkirakan menjadi primadona yang menarik minat investor," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan BEI DIY menghimbau kepada masyarakat atau investor untuk tetap melakukan analisis yang cermat dan strategi investasi yang tepat. "Menurut kami, pasar modal Indonesia masih menawarkan peluang menarik bagi masyarakat pada tahun 2025," lanjutnya. (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.