Bambang Tewas dan Faturrohman Dianiaya saat Demo 27 Agustus, Ini Kata Yusril
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Saham - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com JAKARTA—Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto menilai, para pelaku pasar modal tengah menanti hasil negosiasi kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Pasalnya hasil negoisasi itu menjadi penentu arah pasar ke depan di tengah tekanan global akibat perang dagang yang memanas.
Sebagaimana diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 596,33 poin atau 9,16 persen ke posisi 5.914,28 pada pembukaan perdagangan Selasa.
"Pasar saat ini menunggu kejelasan hasil dari negosiasi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah AS. Harapannya tentu tercapai kesepakatan yang tidak hanya meredakan ketegangan, tetapi juga menguntungkan kedua negara," kata Rully, di Jakarta, Selasa (7/4/2025).
BACA JUGA: IHSG Hari Ini Diperkirakan Rebound
Pelemahan IHSG juga diikuti dengan merosotnya bursa global akibat kebijakan tarif impor tinggi dari Pemerintah AS. Merespons kebijakan tarif resiprokal tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Washington DC.
Sebelumnya pada Rabu (2/4), Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif balasan terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia yang dikenai tarif sebesar 32 persen untuk berbagai produk ekspor.
Kepanikan di pasar domestik kian meningkat, karena Indonesia tergolong sebagai negara yang cukup bergantung pada perdagangan internasional dan arus investasi asing. Rully memandang situasi ini membuat pasar saham dalam negeri rentan terhadap gejolak eksternal, terlebih setelah libur panjang Lebaran yang sempat membuat aktivitas perdagangan terhenti.
"Ketika perdagangan dilanjutkan setelah libur panjang Lebaran, pasar saham Indonesia diperkirakan akan menghadapi risiko penurunan yang signifikan akibat tekanan eksternal," ujarnya.
Adapun dari sisi global, sentimen negatif juga datang dari Wall Street yang juga terkoreksi signifikan. Pada perdagangan Senin (7/4), indeks S&P 500 dan Dow Jones sama-sama melemah di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan inflasi yang dipicu oleh sikap keras Presiden Trump terhadap mitra dagang utama, terutama China.
Jika negosiasi RI-AS berhasil mencapai titik temu, maka tekanan terhadap IHSG dapat mereda dalam jangka pendek. "Pasar berharap akan adanya kesepakatan dagang yang bisa menguntungkan kedua belah pihak, dan menghindari dampak negatif dari perang dagang," kata Rully.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Polres Sukoharjo bakal menyisir gudang untuk mencegah penyalahgunaan setelah penggerebekan kasino ilegal dan penetapan 30 tersangka.
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyebut sekitar 7.000 tentara asing dari lebih 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina.
Bareskrim Polri menelusuri dugaan TPPO WNI di Jeju yang viral di Instagram. Polri menyebut belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.