Advertisement
Kebijakan Satu Harga Beras Tunggu Arahan Prabowo
Penjual beras di Pasar Tradisional. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi mengatakan kebijakan satu harga beras yang disebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Hal ini disampaikannya saat memberikan keterangan pers di Ruang Visualisasi, Kantor PCO, Gedung Kwarnas, Gambir, Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Advertisement
“Kita tunggu update-nya nanti,” ujar Hasan singkat.
BACA JUGA: Proses Pembentukan Pansus Pemakzulan Bupati Sudewo
Hasan tidak merinci lebih jauh mengenai isi laporan maupun tenggat waktu persetujuan Presiden. Namun, dia menegaskan pihaknya akan menyampaikan informasi resmi apabila sudah ada keputusan atau arahan terbaru dari Kepala Negara.
Kebijakan satu harga beras digadang-gadang sebagai salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga beras di pasaran.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan akan segera melaporkan rencana perubahan harga eceran tertinggi (HET) beras kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hasan menjelaskan bahwa nantinya, perubahan kebijakan ini bertujuan menyederhanakan klasifikasi mutu beras dari dua jenis—premium dan medium—menjadi hanya “beras reguler” dan “beras khusus.”
Menurut Zulhas, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas penetapan beras satu harga. Namun, keputusan final tetap memerlukan persetujuan Presiden.
“Kami sudah rapat, tentu nanti kami akan laporkan ke Presiden dulu,” ujar Zulhas, Rabu (13/8/2025).
Zulhas memastikan HET terbaru sudah dirumuskan, tetapi belum bisa dipublikasikan sebelum dilaporkan secara resmi.
“Sudah [ada HET] tapi belum bisa diumumkan sebelum melaporkan ke Presiden,” pungkas Zulhas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement







