Advertisement
Saham Bank BCA Anjlok, Gegara Isu Mau Diambil Alih Danantara
Logo BCA - Bisnis
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) anjlok diterpa isu bakal diakuisisi oleh sovereign wealth fund (SWF) Danantara Indonesia. Saham BBCA melemah sendiri ketika saham big banks lainnya menguat siang ini.
Berdasarkan data Bloomberg, saham BBCA anjlok 1,47% menjadi Rp8.375 pada pukul 13.17 WIB. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat paling tinggi siang ini 1,24% menjadi Rp4.090.
Advertisement
BACA JUGA: Justine Bieber Palsu Bikin Geger Pengunjung Klub Malam
Selanjutnya saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 1,04% menjadi Rp4.850 dan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) tumbuh 0,80% menjadi Rp1.265.
Adapun, berembus kabar Danantara bakal mengakuisisi bank besar milik Grup Djarum tersebut. Namun, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menepis kabar mengenai rencana pihaknya untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).
Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, memastikan saat ini tidak ada agenda dari Danantara untuk mengambil alih kendali BCA.
“Enggak ada,” ujarnya singkat usai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Saat kembali dikonfirmasi terkait kemungkinan pembicaraan awal mengenai isu tersebut, Rosan memilih tidak berkomentar lebih jauh dan meninggalkan wartawan.
Sebelumnya, beredar isu yang menyebutkan supaya negara melalui Danantara mengambil alih saham BCA. Rumor ini disebut berkait dengan dengan skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada era krisis moneter 1998. Kala itu, BCA mendapatkan kucuran BLBI, sebelum berlanjut pada proses divestasi.
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Tommy Kurniawan lantas meminta semua pihak tidak melontarkan pernyataan yang hanya memicu kegaduhan dan memperburuk iklim investasi di tengah ketidakpastian global.
“Iklim investasi sedang bagus di tengah situasi global yang serba tidak pasti. Karena itu, kita wajib menjaganya dan jangan sampai ada pernyataan yang menimbulkan kegaduhan, terutama terkait sektor perbankan nasional,” ujar Tommy.
Tommy turut menilai bahwa pengamat seharusnya tidak sembarangan dalam melempar isu lama, seperti kasus BLBI dan mengaitkannya dengan BCA.
“Pernyataan agar pemerintah mengambil alih saham mayoritas BCA perlu dipertanyakan maksud dan tujuannya. Itu justru bisa mengganggu stabilitas keuangan dan iklim investasi kita,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
Advertisement
Advertisement







