Advertisement
BEI Jogja: Investasi Saham 2026 Tetap Menjanjikan
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Antara - Sulthony Hasanuddin
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Minat masyarakat terhadap investasi saham pada 2026 diproyeksikan tetap tinggi seiring stabilnya pertumbuhan ekonomi, menguatnya sektor-sektor strategis, serta meluasnya akses digital ke pasar modal, menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta.
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menjelaskan bahwa faktor pertama yang mendorong daya tarik investasi saham adalah pertumbuhan ekonomi nasional yang konsisten. Ia menilai perekonomian Indonesia terus bergerak stabil, sehingga memberi prospek positif bagi pasar saham dan membuka peluang keuntungan bagi investor.
Advertisement
Faktor kedua berasal dari kinerja sektor-sektor tertentu yang menunjukkan performa menonjol. Irfan menyebut sektor teknologi, energi, dan kesehatan sebagai bidang yang saat ini tampil paling kuat di pasar.
“Memotivasi investor untuk berinvestasi di saham-saham yang berpotensi memberikan return yang tinggi,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
BACA JUGA
Ia menambahkan, faktor ketiga adalah kebijakan pemerintah yang terus berpihak pada pengembangan pasar modal, antara lain melalui pemangkasan pajak dan penyederhanaan proses administrasi agar masyarakat semakin mudah berinvestasi.
Menurut Irfan, faktor terakhir yang tak kalah penting ialah tren digitalisasi dan keterbukaan akses bagi investor. Kemajuan teknologi memungkinkan masyarakat menjangkau pasar modal dengan lebih mudah dan aman.
Ia menyebut digitalisasi transaksi saham mempermudah investor dalam membeli dan menjual saham, sekaligus memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
“Secara keseluruhan, investasi di pasar modal khususnya saham tetap menjadi pilihan investasi yang menjanjikan di tahun ini, terutama bagi investor yang memiliki pemahaman dan strategi investasi yang matang,” lanjutnya.
Sepeti dikutip dari Bisnis.com jaringan Harianjogja.com, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, mengatakan bahwa memasuki 2026 terdapat sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak kinerja pasar modal. Di sisi lain, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi.
“Secara global, volatilitas pasar saham masih akan dipengaruhi oleh perkembangan suku bunga global, dinamika harga komunitas, serta kondisi geopolitik,” ujarnya.
Ia menilai, seiring fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat dan terjaga, pasar modal nasional memiliki ruang yang memadai untuk melanjutkan penguatan kinerja secara berkelanjutan. Inarno menyampaikan bahwa OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) telah menetapkan berbagai prioritas pengembangan pasar modal pada 2026.
“Termasuk di dalamnya nanti juga kolaborasi dengan institusi yang terkait dengan Kementerian Keuangan sebagai contohnya, dan Bank Indonesia.”
Selain itu, OJK juga berupaya meningkatkan keamanan siber di pasar modal, memperkuat integritas pasar, mengokohkan kelembagaan pelaku usaha jasa keuangan, serta mengembangkan keuangan berkelanjutan.
Inarno menjelaskan bahwa sepanjang 2025, pasar modal Indonesia mencatat kinerja gemilang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 22,13% secara year-to-date (ytd) dan ditutup pada level 8.646,94 pada perdagangan terakhir, Selasa (30/12/2025). Dengan capaian tersebut, prospek investasi saham 2026 dinilai tetap menjanjikan bagi pelaku pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pedagang Pantai Sepanjang Keluhkan Parkir dan Air Bersih
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Restrukturisasi Citigroup, 1.000 Karyawan Kena PHK Januari 2026
- KAI Daop 6 Siapkan Kereta Tambahan Sambut Libur Isra Miraj
- Kasus Pemerkosaan Penumpang Uber Jadi Preseden Baru Keselamatan
- Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik, Cek Daftar Terbarunya
- Harga Cabai Rawit Merah Rp50.200, Telur Ayam Rp32.550
- Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Menkeu Purbaya Masih Optimistis
- BEI Jogja: Investasi Saham 2026 Tetap Menjanjikan
Advertisement
Advertisement




