Advertisement

Jelang Ramadan 2026, Mentan Sebut 9 Pangan Sudah Swasembada

Newswire
Jum'at, 13 Februari 2026 - 15:57 WIB
Maya Herawati
Jelang Ramadan 2026, Mentan Sebut 9 Pangan Sudah Swasembada Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan strategis nasional. Hal ini ditegaskan Amran saat meresmikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional di Kementerian Pertanian, Jakarta, dengan menyebut stok pangan nasional dalam kondisi surplus dan aman jelang Ramadan serta Idulfitri 2026, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, sembilan komoditas yang telah swasembada tersebut mencatatkan surplus produksi yang kuat sebagai bantalan stabilitas pasokan dan harga. Komoditas itu meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

"Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan (komoditi), yang belum ada tiga. Nah, yang tiga (komoditi) ini pun belum swasembada, tapi stoknya banyak," kata Amran.

Sementara itu, komoditas yang belum swasembada meliputi bawang putih, kedelai, daging sapi/kerbau, dan gula industri. Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong peningkatan produksi agar komoditas tersebut segera menyusul swasembada demi memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Amran menegaskan, capaian surplus produksi pangan menjadi penyangga utama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Pemerintah memastikan ketersediaan pangan aman menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga puasa Ramadan.

Ia menekankan kondisi stok melimpah menjadi dasar pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali. Karena itu, seluruh pelaku usaha diminta mematuhi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Mentan Amran mencontohkan stok beras nasional saat ini tercatat tertinggi sepanjang sejarah. Ketersediaan daging dan komoditas protein hewani lainnya juga berada pada level aman, bahkan sebagian telah memasuki pasar ekspor.

Untuk beras, stok nasional mencapai sekitar 3,4 juta ton pada Februari 2026, dua kali lipat dari kondisi normal yang berkisar 1–1,5 juta ton. Pemerintah juga menyiapkan cadangan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram sebagai instrumen stabilisasi.

“Tidak ada alasan beras naik. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah. Minyak goreng kita produsen terbesar dunia, stok pemerintah 700 ribu ton, harga maksimal Rp15.700. Daging ayam Harga Acuan Pembeliannya Rp40.000, daging sapi Rp140.000. Semua harus patuh,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi padi pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 2,41 juta ton GKG atau 15,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, potensi produksi beras pada Januari–Maret 2026 diperkirakan sebesar 10,16 juta ton, naik 1,39 juta ton atau 15,79 persen dibandingkan Januari–Maret 2025.

Untuk memastikan kebijakan harga berjalan efektif, pemerintah memperkuat pengawasan stok dan distribusi melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan guna menjaga keterjangkauan harga selama Ramadan dan Idulfitri.

“Kalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Pengawasan difokuskan pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya,” ujarnya.

Pemerintah juga mulai melaksanakan GPM serentak di seluruh Indonesia sebagai strategi stabilisasi pasokan dan harga melalui intervensi langsung di pasar, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, dan terjangkau.

GPM dilaksanakan serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota melalui sinergi Bapanas, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, BUMN pangan seperti Perum Bulog, serta pelaku usaha guna memastikan distribusi, operasi pasar, dan pengendalian harga berjalan efektif menjelang HBKN dan Ramadan 2026.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pelajar SD Tewas Tenggelam di Bendungan Sungai Winongo Bantul

Pelajar SD Tewas Tenggelam di Bendungan Sungai Winongo Bantul

Bantul
| Jum'at, 13 Februari 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement