Advertisement

Ekspor DIY Desember 2025 Turun, Industri Pengolahan Tertekan

Anisatul Umah
Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:17 WIB
Maya Herawati
Ekspor DIY Desember 2025 Turun, Industri Pengolahan Tertekan Foto ilustrasi impor dan eksport. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Nilai ekspor DIY pada Desember 2025 tercatat menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dipicu pelemahan sektor industri pengolahan sebagai kontributor utama ekspor daerah. Hal ini diungkap Badan Pusat Statistik (BPS) DIY yang mencatat kontraksi kinerja ekspor secara tahunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat nilai ekspor DIY pada Desember 2025 mencapai 52,26 juta dolar AS atau turun 11,95% secara year-on-year (yoy) dibanding Desember 2024. Penurunan ekspor DIY tersebut terutama dipengaruhi kontraksi sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor daerah.

Advertisement

Statistisi Ahli Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono, menjelaskan pada Desember 2025 nilai ekspor sektor industri pengolahan mengalami penurunan sekitar 12% yoy dengan kontribusi mencapai 98,35% terhadap total ekspor DIY. Komoditas utama yang mendominasi ekspor berasal dari pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, pakaian rajutan dan aksesorinya, serta barang dari kulit samak.

Meski terjadi penurunan pada akhir tahun, secara kumulatif nilai ekspor DIY sepanjang Januari–Desember 2025 justru masih mencatat pertumbuhan tipis. Total ekspor DIY mencapai 558,72 juta dolar AS atau naik 2,14% dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar 547,01 juta dolar AS.

"Peningkatan kinerja ekspor tersebut hampir seluruhnya disumbang oleh sektor industri pengolahan, yang berkontribusi 99,02% terhadap total ekspor DIY selama periode tersebut," jelasnya.

Sentot menambahkan negara tujuan utama ekspor DIY sepanjang Januari–Desember 2025 masih didominasi Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Jepang dengan pangsa gabungan mencapai 61,78% dari total ekspor. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 43,68%, diikuti Jerman 10,79% dan Jepang 7,31%.

Komoditas ekspor DIY ke Amerika Serikat didominasi produk pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, barang dari kulit samak, serta pakaian rajutan dan aksesorinya. Sementara ekspor ke Jerman dan Jepang juga didominasi produk pakaian jadi dan hasil industri pengolahan lainnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Timotius Apriyanto, menilai capaian ekspor DIY sepanjang 2025 masih menjadi sinyal positif meskipun terdapat tekanan pada akhir tahun. Ia menekankan pentingnya strategi diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah antisipasi ketidakpastian global.

Menurutnya, selain menjaga pasar Amerika Serikat, pelaku usaha perlu menyiapkan contingency planning melalui perluasan pasar baru, termasuk memanfaatkan peluang kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership (IEU-CEPA). Dengan populasi Uni Eropa mendekati 500 juta jiwa, potensi pasar dinilai sangat besar bagi produk ekspor DIY.

"Sehingga tetap saya sampaikan bahwa kita penting untuk diversifikasi pasar ke Eropa Timur khususnya, karena di Eropa Barat sedang menghadapi resesi ekonomi juga," ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Selain kawasan Eropa, Timotius juga mendorong penetrasi ekspor ke pasar Afrika seperti Sudan Selatan dan Ethiopia yang tengah mengalami pertumbuhan ekonomi, serta negara lain seperti Turki, Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan kawasan Asia lainnya sebagai bagian strategi diversifikasi ekspor DIY.

"Nah ini menarik, diversifikasi itu tetap menjadi bagian dari strategi perdagangan internasional kita, diversifikasi pasar ekspor, saya kira begitu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Manunggal Raharja Jadi Rumah Besar Data Kemiskinan di DIY

Manunggal Raharja Jadi Rumah Besar Data Kemiskinan di DIY

Jogja
| Sabtu, 21 Februari 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement