Advertisement
Menteri Perdagangan Siaga Dampak Konflik Iran, Daya Beli Dijaga
Foto ilustrasi pedagang sayur di Pasar Tradisional. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan strategi menjaga daya beli masyarakat sebagai langkah menghadapi dampak konflik Iran terhadap ekonomi global. Upaya ini difokuskan untuk menjaga stabilitas perdagangan nasional di tengah potensi tekanan harga energi dunia.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan pemerintah mulai menyusun peta jalan mitigasi risiko ekonomi akibat eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menilai langkah antisipatif penting dilakukan karena dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah berpotensi berubah cepat dan memengaruhi kondisi ekonomi nasional.
Advertisement
Salah satu risiko utama yang diwaspadai adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang dapat memicu lonjakan harga minyak dunia secara signifikan.
Gangguan jalur distribusi energi tersebut diperkirakan akan meningkatkan biaya produksi sektor manufaktur serta ongkos transportasi, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga barang konsumsi di tingkat masyarakat.
BACA JUGA
Budi Santoso menegaskan kekuatan ekonomi Indonesia saat ini masih bertumpu pada konsumsi domestik sehingga penguatan pasar dalam negeri menjadi strategi utama menghadapi ancaman inflasi global akibat konflik Iran.
"Pasti ya, nanti minyak atau bahan bakunya jadi naik ya. Tapi kan gini, pertumbuhan ekonomi kita kan banyak ditopang oleh konsumsi dalam negeri, konsumsi domestik. Jadi ya kita harus memberdayakan itu, tetap menjaga itu," papar Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Senin, (2/3/2026).
Selain menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga mengantisipasi dampak konflik Iran terhadap sektor ekspor yang berpotensi terbebani kenaikan biaya logistik internasional. Untuk mengurangi risiko tersebut, strategi diversifikasi pasar ekspor akan dipercepat dengan menyasar negara tujuan yang relatif stabil dan tidak terdampak langsung konflik Timur Tengah.
Langkah lainnya adalah memaksimalkan berbagai stimulus ekonomi yang telah digulirkan pemerintah menjelang momentum Lebaran 2026 yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan sektor swasta guna menjaga perputaran uang di pasar domestik agar daya beli tetap kuat meskipun terdapat tekanan harga energi global.
Upaya penguatan konsumsi dalam negeri ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi nasional terhadap dampak konflik Iran melalui stabilitas pasar domestik yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Saksi Ungkap Dana Hibah Pariwisata Sleman Tak Terkait Pilkada
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- IHSG Pekan Ini Volatile, Terseret Geopolitik Global
- Harga Emas Hari Ini 2 Maret 2026 Naik, UBS Tembus Rp3,16 Juta
- Harga Pangan Nasional 2 Maret 2026: Bawang Rp46.900, Cabai Rp83.850
- Kasus Pajak Developer PT PIP, DJP DIY Sita 10 Aset Senilai Rp768 Juta
- Harga BBM Bisa Naik Akibat Perang AS-Iran, Ini Kata Pemerintah
- Menteri Perdagangan Siaga Dampak Konflik Iran, Daya Beli Dijaga
- Daftar Jalan Tol yang Diskon 30 Persen Saat Mudik
Advertisement
Advertisement







