Advertisement
Iuran Belum Naik, BPJS Kesehatan Pilih Suntikan Dana dan Pencegahan
Foto ilustrasi layanan BPJS Kesehatan. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan kenaikan iuran belum menjadi pilihan utama untuk menjaga keberlanjutan keuangan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurutnya, langkah prioritas saat ini adalah menunggu realisasi suntikan dana dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan sebesar Rp20 triliun.
Advertisement
“Ya, itu bukan pilihan pertama. Yang utama adalah suntikan dana dan saat ini masih dalam proses,” ujarnya usai rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (8/4/2026).
Rasio Klaim Tembus 111,8 Persen
BACA JUGA
Di tengah upaya tersebut, kondisi keuangan JKN tengah menghadapi tekanan. Rasio klaim Dana Jaminan Sosial (DJS) pada Februari 2026 tercatat mencapai 111,8 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa total klaim yang dibayarkan lebih besar dibandingkan penerimaan iuran.
Prihati menjelaskan, kondisi tersebut mengindikasikan biaya pelayanan kesehatan terus melampaui pendapatan, bahkan dengan tren yang meningkat.
“Jika berlanjut, defisit akan terus terakumulasi dan menekan kesehatan dana jaminan sosial,” jelasnya.
Dorong Upaya Preventif
Selain suntikan dana, BPJS juga menekankan pentingnya langkah preventif dalam menekan beban pembiayaan kesehatan.
Prihati mencontohkan perlunya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, termasuk memastikan kepesertaan BPJS tetap aktif.
Menurutnya, prinsip gotong royong menjadi fondasi utama sistem JKN, di mana peserta yang sehat membantu yang sakit.
Iuran Masih Dikaji
Di sisi lain, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) masih mengkaji kemungkinan penyesuaian iuran BPJS Kesehatan.
Kajian ini dilakukan seiring meningkatnya biaya layanan kesehatan dan tekanan terhadap keberlanjutan program.
Sebagai catatan, penyesuaian iuran terakhir dilakukan pada 2020 melalui kebijakan pemerintah terkait program jaminan kesehatan nasional.
BPJS Kesehatan memastikan berbagai langkah akan terus ditempuh untuk menjaga keberlanjutan program JKN, baik melalui dukungan pendanaan, efisiensi, maupun peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Bansos April 2026 Mulai Cair Pekan Ini, Begini Detail Cara Mengeceknya
- Harga Cabai Rawit Tembus Tinggi Ayam dan Beras Ikut Bergerak
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Ekspor DIY Tumbuh Saat Dunia Lesu AS Jadi Pasar Utama
- Menaker Klaim Banyak Lowongan Kerja
- Tekanan Global Menguat, BI Cenderung Tahan Penurunan Suku Bunga
- Okupansi Hotel DIY Capai 63 Persen Saat Libur Paskah
Advertisement
Advertisement







