Advertisement
Di Jogja, Moka Laris Manis Digunakan Gerai Kopi
Vice President of Brand and Marketing Moka Bayu Ramadhan (dua kiri) dan perwakilan manajemen Moka saat berkunjung ke kantor Harian Jogja disambut Pimpinan Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono (tengah), Senin (27/8). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kehadiran teknologi aplikasi point of sale (POS) dari Moka telah mendorong bisnis para pelaku usaha kecil menengah di Indonesia. Aplikasi kasir elektronik ini bahkan telah digunakan oleh lebih 300 gerai kopi di DIY.
Dalam audiensi yang dilakukan di Griya Harian Jogja, Moka memperkenalkan beragam fitur yang dapat membantu pelaku usaha menjalankan bisnisnya dengan aplikasi berbasis teknologi. Sejak dikembangkan 2014 silam, Moka telah dipercaya olehlebih dari 10.000 gerai di seluruh Indonesia.
Advertisement
Vice President of Brand and Marketing Moka Bayu Ramadhan mengungkapkan teknologi POS yang diperkenalkan start-up ini dapat membantu UKM mengawasi bisnis dari mana saja dan kapan saja secara real time.
"Selain itu, pelaku bisnis juga bisa mendapatkan laporan analisis lengkap yang dapat membantu pengambilan keputusan bisnis," ujar Bayu, Senin (27/8).
BACA JUGA
Bayu mengungkapkan penetrasi Moka di wilayah DIY cukup tinggi. Pasalnya, dalam tiga tahun pertumbuhan merchant yang telah menggunakan aplikasi ini di Jogja mencapai peningkatan hingga 11 kali.
Lebih lanjut Bayu mengungkapkan tiga industri merchant yang telah menggunakan Moka antara lain food and beverages, services dan retail. Namun penetrasi terbesar yakni pada bisnis FnB dengan persentase mencapai 74,93%.
"Aplikasi ini kebanyakan digunakan coffee shop. Kurang lebih dari sekitar 1.000 merchant di Jogja, 324 adalah coffee shop. Selanjutnya digunakan oleh quick service restaurant dan full service restaurant," imbuh Bayu.
Bayu memaparkan tahun ini Moka berupaya untuk memperluas promosi, agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh semua sektor bisnis yang ada. Salah satunya untuk segmen UKM atau UMKM. Pasalnya, kemudahan fitur yang ditawarkan aplikasi ini tidak hanya akan membantu dalam transaksi merchant, tetapi juga membantu penyusunan laporan hingga manajemen bisnis yang dijalankan.
"Memang kebanyakan masih dimanfaatkan oleh bisnis-bisnis yang dikelola anak muda dan memiliki segmen pasar yang juga tak jauh berbeda. Namun, kami ingin aplikasi ini juga dapat digunakan untuk bisnis sudah mapan, seperti bisnis-bisnis keluarga dan UMKM," jelas Bayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Dishub Gunungkidul Intensifkan Pengecekan LPJU Jelang Mudik Lebaran
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
Advertisement
Advertisement







