Presiden & Menkeu Kunjungi Vietnam, Apa yang Dibahas?

Presiden & Menkeu Kunjungi Vietnam, Apa yang Dibahas?Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). - Antara/Sigid Kurniawan
12 September 2018 17:30 WIB Rinaldi Mohammad Azka Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Rabu (12/9/2018), memimpin delegasi Indonesia dalam World Economic Forum on Asean di Hanoi, Vietnam. Forum tersebut digunakan sebagai langkah komitmen bersama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati melalui aku Instagram-nya @smindrawati. "Saya sebagai anggota delegasi Indonesia yang juga bertugas sebagai Co-Chair World Economic Forum on Asean memberikan paparan kepada media mengenai tantangan di wilayah ASEAN ke depan," ungkapnya, seperti dikutip, Rabu (12/9/2018).

Pada kesempatan tersebut, lanjutnya, turut hadir juga Co-chair yang lain yaitu Anne-Birgitte Albrectsen, Chief Executive Officer, Plan International (United Kingdom), Kang Kyung-Wha Menteri Luar Negeri Republic of Korea, Nazir Razak, Chairman, CIMB Group Holdings (Malaysia), Nguyen Manh Hung, Menteri Komunikasi dan Informasi Vietnam dan Kevin Sneader, Global Managing Partner, McKinsey & Company (Hong Kong).

Forum tersebut digunakan sebagai langkah komitmen bersama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0. Perkembangan tersebut jelasnya, memberikan kesempatan dan juga sekaligus tantangan kepada permerintah.

"Para pembuat kebijakan di negara-negara Asean melihat kesempatan yang bagus untuk bekerja sama sehingga mendapatkan keuntungan yang optimal dari kesamaan kebijakan ini. Kita perlu mempersiapkan para generasi muda untuk masa depan sehingga dapat mengambil kesempatan dan menjawab tantangan yang diciptakan oleh perkembangan teknologi," paparnya.

Negara-negara anggota ASEAN bisa menjadi contoh kepada dunia bahwa dengan bersama, ASEAN secara kolektif dapat menjadi lebih kuat.

Sumber : Bisnis Indonesia