Kinerja Kuartal III, Bank Mandiri Cetak Laba Rp18,1 Triliun

Kinerja Kuartal III, Bank Mandiri Cetak Laba Rp18,1 TriliunWakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto (tiga kanan) bersama penerima kredit pendidikan di UGM, Rabu (18/4/2018). - Ist/Bank Mandiri
18 Oktober 2018 13:10 WIB Nirmala Aninda Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. hingga kuartal III/2018 mencatatkan laba bersih Rp18,1 triliun, naik 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba ditopang pertumbuhan pendapatan nonbunga dan penurunan pencadangan.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2018, pendapatan nonbunga bank berkode saham BMRI itu tumbuh 11,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp18,75 triliun. Adapun, beban pencadangan menyusut 10,3% menjadi Rp10,9 triliun.

Sementara itu, pendapatan bunga bersih justru tercatat tumbuh satu digit, 4,2% menjadi Rp40,5 triliun. Penurunan pendapatan bunga bersih sejalan dengan penyusutan rasio margin bunga bersih menjadi 5,76% dari periode sebelumnya 5,86%.

Pada saat yang sama penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 13,8% menjadi sebesar Rp781,1 triliun. Kredit ditargetkan tumbuh sekitar 11%-13% tahun ini.

Wakil Direktur Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto menyampaikan, dengan melihat realisasi kinerja pada kuartal III, manajemen optimistis pada tahun ini laba bersih perseroan bisa mencapai sekitar Rp22 triliun - Rp24 triliun.

Apalagi perseroan mampu menurunkan rasio kredit bermasalah sehingga ada pembalikan biaya pencadangan. Rasio kredit bermasalah (non-perfoming loan/NPL) gross tercatat turun 74 basis poin menjadi sebesar 3,01%.

"Penurunan rasio NPL terutama didorong oleh restrukturisasi kredit berkelanjutan dan pemantauan potensi bisnis debitur untuk memenuhi kewajibannya," ujarnya dalam paparan kinerja perseroan di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Biaya kredit pun mengalami penurunan sejalan dengan perbaikan kualitas kredit menjadi sekitar 2%. Adapun, biaya operasional Bank Mandiri sampai kuartal III/2018 naik 6,3% menjadi Rp26,9 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 25,1 triliun.

Sementara itu, fungsi intermediasi Bank Mandiri yang tumbuh 13,8% kontribusi terbesar dari segmen korporasi besar dan mikro. Kredit korporasi besar tercatat tumbuh 27,6% menjadi Rp301,4 triliun, sedangkan kredit mikro tumbuh 27,1% menjadi Rp97,5 triliun.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan menyampaikan, pertumbuhan kredit terjadi hampir di seluruh segmen, hanya segmen kredit usaha kecil dan menengah serta korporasi menengah yang turun. Masing-masing tercatat turun 6,8% dan 9,9%.

“Penurunan tersebut seiring dengan fokus perseroan terhadap penyaluran kredit di segmen yang lebih minim risiko,” ujarnya.

Adapun, penghimpunan dana pihak ketiga Bank Mandiri tercatat tumbuh 9,2% menjadi Rp831,2 triliun dengan komposisi dana murah mencapai 64,46% atau senilai Rp535,8 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan tabungan menjadi Rp331,6 triliun dan kenaikan giro menjadi Rp204,2 triliun.

"Biaya dana Bank Mandiri non-konsolidasi juga berhasil diturunkan menjadi 2,5% dari posisi akhir pada September tahun lalu yang mencapai 2,79%," tambah Panji.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan sampai dengan kuartal III/2018 manajemen telah melakukan penyesuaian pada suku bunga simpanan maupun suku bunga dasar kredit dengan kisaran kenaikan sebesar 10 basis poin - 25 basis poin.

"Penyesuaian kami lakukan pada suku bunga floating. Diperkirakan Federal Reserve akan menaikkan lagi suku bunga acuan, begitu juga Bank Indonesia. Namun dampaknya ke bank untuk bunga deposito tidak instant, mungkin awal tahun," ujar Hery. 

Sumber : bisnis.com