OMO! Healthy Snack, Resep Rahasia untuk Generasi Sehat

OMO! Healthy Snack, Resep Rahasia untuk Generasi SehatStella Elvina Winoto bersama putrinya Vanessa Alexandra Diano berfoto dengan produk OMO! Healty Snack, Jumat (9/11). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
10 November 2018 10:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJASemua bermula ketika Stella Elvina Winoto berusaha memenuhi nutrisi kedua anak kembarnya yang hobi ngemil. Camilan yang kaya akan nutrisi dan zat besi jadi fokusnya.

Siang itu, Stella tampil santai tetapi tetap classy dengan blazer kotak-kotak. Kedua putra putri kembarnya yang sudah berumur 18 bulan ia bawa serta, James Alexander Diano dan Vanessa Alexandra Diano. Namun tak butuh waktu lama, kedua anaknya mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, berjalan dan berlarian ke sana kemari dengan lincah. Sambil menunjukkan kemasan OMO! Healthy Snack, produk camilan sehat khusus anak-anak, Stella menceritakan kisahnya menekuni dunia bisnis ini.

Mulanya pada 2017 lalu, saat kedua anak kembarnya berumur enam bulan, mereka mulai aktif ngemil. Hampir setiap hari, harus ada camilan yang tersedia. Namun setelah mengamati, hampir tidak ada camilan sehat yang sesuai untuk anak-anak. Jikapun ada dan produk tersebut dinyatakan tidak menggunakan bahan pengawet, masih ada bahan lain yang ditambahkan sebagai penggantinya misalnya silica gell. Padahal menurut Stella dari silica gell yang diletakkan pada kemasan camilan tersebut, tentu ada reaksi kimia yang timbul. Belum lagi bahan-bahan kimia lain yang digunakan, seperti perasa atau aroma. "Misalnya camilan dengan rasa pisang, jarang ada yang memakai pisang fresh tetapi hanya menggunakan aroma pisang sehingga manfaat nutrisinya bagi anak tidak terpenuhi," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (9/11).

Dari situlah Stella berusaha membuat sendiri camilan bagi kedua anaknya. Apalagi ia memiliki "resep rahasia keluarga" untuk membuat camilan berupa sus kering dari telur, tepung, dan keju tanpa bahan tambahan lainnya. Setelah dicoba, ternyata kedua anaknya menyukainya. Stella pun mulai fokus pada komposisi bahan untuk membuat camilan tersebut sebab ia sadar betul tidak semua bahan baik dikonsumsi untuk anak-anak. Ia pun mengganti tepung dengan tepung gluten free dan telur ayam kampung, tanpa tambahan gula dan garam. Rasa gurih dimunculkan dari keju yang disukai kedua anak kembarnya.

Tak terbatas pada keju, Stella pun mulai mencoba rasa lainnya yakni cokelat, kale [sayuran semacam brokoli] dan oatmeal. Rasa-rasa yang biasanya memang disukai oleh anak-anak. Kepeduliannya pada kesehatan anak-anak, lantas membuat Stella mulai menawarkan produk camilannya untuk dicoba ibu-ibu muda lainnya yang ia kenal dekat. Ternyata tanggapannya sangat baik, banyak yang lantas memesan dan meminta Stella untuk menjual produknya secara resmi. "Awalnya dari grup Whatsapp saja, akhirnya baru pada 1 September kemarin OMO! resmi dijual lewat platform Instagram dengan kemasan yang sudah rapi," ucapnya ramah.

Namun Stella mengaku sebelum produk OMO! dijual untuk kalangan yang lebih luas, ia sudah mengalami trial and error untuk memastikan takaran yang tepat. Bahkan Stella juga menggandeng ahli gizi khusus dari UGM untuk menghitung takaran dan kandungan nutrisi yang tepat dalam OMO! Healty Snack. Semua itu dilakukan agar kontrol terhadap kandungan camilan tersebut tetap terjaga. Sebab Stella mengaku cukup prihatin dengan kecenderungan para ibu muda zaman sekarang yang mudah percaya informasi yang tersedia di media sosial. Padahal terkadang informasi tersebut tidak berdasarkan kajian ilmiah, hanya berdasarkan pengalaman orang per orang.

"Misalnya gula diganti madu. Padahal madu ini produk raw foods yang tidak aman dikonsumsi untuk anak di bawah umur setahun. Edukasi-edukasi semacam inilah yang berusaha saya tekankan, sehingga di media sosial OMO! saya meminimalkan jualan produk tetapi lebih untuk media sharing bagi para ibu muda," ujarnya.

Meski baru resmi dijual selama dua bulan, OMO! Healty Snack sudah cukup dikenal. Selain berjualan melalui platform Instagram, Stella juga memasukkan produknya pada e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Ia juga mulai merambah penjualan offline dan tengah bekerja sama dengan toko-toko buah di Ibukota untuk menjual camilan sehat yang diperuntukkan bagi anak umur di atas setahun tersebut.

Ke depan, Stella mengaku tengah berusaha masuk ke pasar yang lebih besar yakni ritel. Namun kini ia tengah memastikan ketahanan produknya yang sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet tersebut. "OMO! juga tengah menyiapkan rasa baru untuk tahun ini, ubi ungu yang dicampur dengan jagung," imbuhnya mengakhiri pertemuan kami siang tersebut.