Bank BPD DIY Luncurkan Promo #maturnuwun

Bank BPD DIY Luncurkan Promo #maturnuwunKaryawan Bank BPD DIY menjelaskan mengenai promo diskon maturnuwun untuk memperingati HUT ke-57 perbankan yang beroperasi sejak 15 Desember 1961. - Ist./Bank BPD DIY
06 Desember 2018 06:30 WIB Mediani Dyah Natalia Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Memperingati HUT ke-57 pada Sabtu (15/12), Bank BPD DIY menyiapkan sejumlah promo dengan menggandeng mitra di wilayah DIY. Bertajuk 57 tahun Bank BPD DIY #maturnuwun, program tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih Bank BPD DIY kepada nasabah setianya.

“Kami menyadari besarnya dukungan dari nasabah dan masyarakat kepada Bank BPD DIY, untuk itu kami berikan promo ini sebagai apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada nasabah setia kami” ungkap Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad dalam rilis, Rabu (5/12).

Dalam promo yang berlangsung pada tanggal 1-31 Desember 2018 tersebut, Bank BPD DIY menggandeng mitra yang terdiri dari tujuh Hotel, 12 restoran dan dua tempat hiburan di Jogja. Merchant tersebut akan memberikan potongan harga hingga 57% kepada pelanggan yang bertransaksi menggunakan kartu debit Bank BPD DIY.

Selain itu, dalam promo #maturnuwun Bank BPD DIY juga memberikan cashback dalam beragam transaksi di Bank BPD DIY. Nasabah juga berkesampatan mendapatkan merchandise menarik saat melakukan penggantian/aktivasi ATM chip dan layanan BPD DIY Mobile. “Melalui promo ini kami berharap nasabah akan semakin dekat dan loyal dengan Bank BPD DIY,” kata Santoso.

Sejak didirikan pada 15 Desember 1961, Bank BPD DIY terus berkembang memenuhi kebutuhan layanan perbankan masyarakat baik di DIY maupun nasional. Selain itu, sesuai dengan visi dan misi-nya, Bank BPD DIY terus melakukan inovasi guna ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Hingga akhir November 2018 aset Bank BPD DIY tercatat sebesar Rp11,46 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank BPD DIY mencapai Rp9,35 triliun. Sementara penyaluran kedit total sebesar Rp7,24 triliun.