Kebakaran di DIY Capai 93 Kasus, Bantul Tertinggi dengan 64 Kejadian
Sebanyak 93 kebakaran terjadi di DIY sepanjang Juli 2026. Bantul menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, mencapai 64 kejadian.
Ilustrasi suasana aktivitas di pelabuhan yang menjadi salah satu pelabuhan kelolaan PT Pelindo Regional 4 di kawasan Timur. Antara/ HO-Pelindo Regional 4\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat kegiatan ekspor selama April 2024 mencapai 34,34 juta dolar AS, turun 20,66% dibandingkan Maret 2024 sebesar 43,28 juta dolar AS. Meski turun dari bulan lalu, namun lebih tinggi dari capaian April 2023 sebesar 31,44 juta dolar AS.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan negara tujuan ekspor terbesar dari DIY adalah AS dengan nilai 15,11 juta dolar AS andilnya 44%. Disusul Jepang 2,74 juta dolar AS dengan andil 7,98%, Jerman 2,33 juta dolar AS dengan andil 6,79%. Disusul Australia, Belanda, Inggris, Korea Selatan, hingga Singapura dengan nilai di bawah 2 juta dolar AS dengan andil di bawah 6%.
BACA JUGA: Ekonomi DIY Triwulan I 2024 Tumbuh 5,02 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Apabila dilihat secara kawasan paling tinggi Uni Eropa sebesar 6,78 juta dolar AS dengan andil 19,74%. Kemudian kawasan Asean dengan nilai 1,25 juta dolar AS dengan andil 3,64%.
"Komoditas ekspor DIY berdasarkan golongan April 2024 paling besar pakaian jadi bukan rajutan 12,99 juta dolar AS andil 37,83%," ucapnya beberapa waktu lalu.
Disusul barang-barang rajutan senilai 3,72 juta dolar AS dengan andil 10,83%. Dan terbesar ketiga adalah barang-barang dari kulit 3,62 juta dolar AS dengan andil 10,54%.
Berbeda dengan ekspor April 2024 yang lesu, impor justru menguat dengan nilai 13,22 juta dolar AS atau tumbuh 43,07% dari bulan lalu 9,24 juta dolar AS. Dan jika dibandingkan dengan April tahun lalu senilai 7,06 juta dolar AS pertumbuhannya lebih tinggi lagi.
Herum mengatakan negara pemasok impor DIY pertama adalah Tiongkok dengan nilai 5,12 juta dolar AS dengan andil 38,75%, kedua Hongkong 2,32 juta dolar AS dengan andil 17,55%, dan AS 2,26 juta dolar AS dengan andil 17,10%.
"Untuk negara Korea Selatan dan lainnya nilai dibawah 1 juta dolar AS dan andil di bawah 8%," jelasnya.
Menanggapi penurunan ekspor April 2024, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut sudah menjadi tren tahunan. Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan penurunan ekspor tidak hanya terjadi di DIY, namun juga nasional.
Dia mengatakan ekspor Indonesia April 2024 turun 12,97% dibandingkan Maret 2024 dan sedikit naik 1,7% dibandingkan bulan Maret 2023. Menurutnya berdasarkan data BPS 2015-2024, tren nilai ekspor DIY bulan April memang mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Ekspor DIY April 2024 turun 20,66% dibanding Maret 2024, tetapi sedikit naik dibandingkan April 2023 sebesar 8,7%," kata Syam, Sabtu (8/6/2024).
Syam menjelaskan penyumbang penurunan ekspor DIY terjadi pada komoditi pakaian jadi bukan rajutan sebagai komoditi utama ekspor sebesar 4,73 juta dolar AS. Tahun lalu komoditas ini juga menyumbang penurunan ekspor.
Penurunan permintaan diperkirakan jadi sebab lesunya ekspor, stok masih ada dari bulan sebelumnya. Nanti akan kembali pulih di bulan selanjutnya. Disperindag DIY berharap ekspor tekstil/garment di DIY masih eksis, dengan catatan ekosistem ekspor harus terjaga dengan baik.
Seperti kebijakan yang mendukung keberlanjutan kegiatan industri dan perdagangan. Bisa kebijakan terkait pajak, perizinan berusaha, perizinan impor yang mendukung bahan baku dan sebagainya.
Lebih lanjut dia mengatakan impor DIY naik 43,07% dengan asal barang terbanyak dari Tiongkok diikuti Hongkong dan Amerika. Nilai impor terbesar dari bahan baku garmen kemudian diikuti lokomotif dan peralatan kereta api.
"Harapannya dengan kenaikan impor bahan baku pada bulan april akan terjadi kenaikan ekspor pada bulan-bulan berikutnya," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 93 kebakaran terjadi di DIY sepanjang Juli 2026. Bantul menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, mencapai 64 kejadian.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 12 September 2026, cek keberangkatan Reguler dan Xpress, tarif, serta cara membeli tiket.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Minggu 12 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.