RAMADAN 2015 : Bulog DIY Jamin Stok Beras Aman

RAMADAN 2015 : Bulog DIY Jamin Stok Beras AmanSeorang pegawai Bulog memeriksa kadar air beras yang baru datang di Gudang Bulog Gadang, Malang, Jawa Timur, Selasa (19/5/2015). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas beras yang dibeli Badan Urusan Logistik (Bulog) dari petani pada pengadaan persediaan beras kuartal kedua tahun 2015. (JIBI/Solopos/Antara - Ari Bowo Sucipto)
27 Mei 2015 03:20 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Ramadan 2015 maupun Lebaran tahun ini dipastikan aman dari ketersediaan beras.

Harianjogja.com JOGJA- Ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat DIY selama Ramadan hingga lebaran nanti, dipastikan aman. Masyarakat diharapkan tidak terpancing dengan isu seputar beras.

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) DIY Langgeng Wisnu Adi Nugroho mengatakan, selain stok beras dipastikan aman, pihaknya juga akan menyalurkan raskin ganda pada Juni 2015 nanti. Bahkan, Bulog juga berencana menggelar operasi pasar dan pasar murah untuk mengantisipasi lonjakan harga beras nantinya.

Menurut Langgeng, stok beras di gudang Bulog DIY saat ini mencapai 18.500 ton. Stok tersebut akan mencukupi kebutuhan masyarakat DIY hingga 4,5 bulan ke depan. Disinggung soal kontrak pengadaan beras, Langgeng menjelaskan, hingga Mei ini penyerapan beras Bulog dari petani terealisasi 18.000 ton dari rencana 19.300 ton. "Rata-rata beras yang masuk Gudang Bulog setiap hari mencapai antara 450 hingga 500 ton," jawab Langgeng, Senin (25/5/2015) di kantornya.

Langgeng mengatakan, Bulog DIY juga menyalurkan raskin sesuai jadwal Mei 2015 ini. Berdasarkan pagu raskin DIY 2015, ditetapkan jumlah beras yang disalurkan sebanyak 4.326 ton per bulan. Jumlah tersebut dibagikan bagi sebanyak 288.391 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di seluruh kabupaten/kota.

"Mei sudah didistribusikan. Untuk Juni mendatang, ada wacana pemerintah pusat menyalurkan raskin dua kali. Ini dilakukan untuk mengantisipasi pemenuhan beras menjelang lebaran dan mengerem kenaikan harga beras dipasaran," katanya.

Sebab, lanjut Langgeng, umumnya menjelang lebaran terjadi kenaikan harga. Jika pasokan beras melimpah dan raskin disalurkan dengan baik, hal itu diyakini mampu mengerem kenaikan harga beras.

"Setiap tahun, yang terjadi begitu. Harga-harga termasuk beras naik menjelang Lebaran. Nah, harga psikologis ini yang semaksimal mungkin kami tekan dengan menyalurkan raskin ganda jelang lebaran?," tandasnya.

Lebih lanjut Langgeng menegaskan selain penyaluran raskin ganda, Bulog DIY juga telah mempersiapkan beras untuk OP ataupun pasar murah yang biasanya digelar mendekati lebaran. OP maupun pasar murah tersebut akan bekerjasama dengan Disperindagkop dan UKM DIY serta instansi terkait lainnya. Saat ini Disperindagkop dan UKM DIY telah menawarkan kepada masing-masing pemkot dan pemkab apabila ingin menggelar OP jelang lebaran.

"Kami sudah siapkan beras cadangan untuk OP maupun pasar murah. Masyarakat tidak perlu khawatir, baik stok maupun persiapan jelang ramadan untuk beras sangat aman, hanya tinggal menjaga kestabilan harga beras nantinya," imbuh Langgeng.

Terkait dugaan beras plastik, Bulog DIY tidak merasa kecolongan pasalnya sampai saat ini meskipun di beberapa kabupaten dilaporkan temuan beras palsu namun hal tersebut masih perlu diuji laboratorium terlebih dahulu. Bulog yang identik dengan beras, mau tidak mau juga dilibatkan dalam tim gabungan yang dibentuk Pemda DIY untuk terjun di lima pasar tradisional. Sebetulnya fenomena beras plastik ini mempunyai dampak negatif dan positif bagi Bulog DIY.
"Saya pribadi melihat dampak positifnya justru akan mengangkat eksistensi raskin yang layak dikonsumsi karena mengandung aleoran dan 95 persen derajat sosoknya, sedangkan beras palsu identik dengan beras yang putih dan halus," kata Kepala Disperindag dan UKM DIY, Riyadi Ida Bagus Salyo, kemarin.