Ekraf Ciptakan Loker untuk 16,9 Juta Pekerja

Ekraf Ciptakan Loker untuk 16,9 Juta Pekerja Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky J. Pesik memberikan sambutan dalam Seminar Tren Ekonomi Digital: Era Transaksi Elektronik, Peluang, dan Tantangan di Jakarta, Rabu (4/4). Beberapa tema yang fokus dibahas dalam seminar ini antara lain fintech, transformasi digital, ecommerce, dan digital disruption. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
04 April 2018 18:30 WIB Hadijah Alaydrus Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kontribusi industri kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) Tanah Air pada 2017 diperkirakan tembus hingga melebihi Rp1.000 triliun, meningkat dari Rp922 triliun pada 2016, seiring dengan maraknya perkembangan era digital.

Wakil Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI Ricky J. Pesik mengungkapkan kontribusi ekonomi kreatif ini cukup besar dengan nilai pertumbuhannya sangat menakjubkan di kisaran 4,5%-5%. "Yang lebih besar lagi adalah jumlah pekerjanya 16,9 juta di sektor ekonomi kreatif," kata Ricky dalam Seminar Tren Ekonomi Digital: Era Transaksi Elektronik, Peluang dan Tantangan, Rabu (4/3).

Jumlah tersebut mencapai 20% dari total pekerja di Indonesia. Dia menambahkan kontribusi sektor ini dalam penciptaan tenaga kerja baru menempati posisi mayoritas. Setiap tahun, jumlah tenaga kerja baru 2 juta-2,5 juta orang. Dari jumlah tersebut 20% masuk ke sektor ekonomi kreatif. Sayangnya, nilai ekspor dari sektor ekonomi kreatif masih kecil dibandingkan kekayaan kreatifitas Indonesia.

Pada 2017, ekonomi kreatif baru menyumbang nilai ekspor US$20 miliar. "Relatif kecil. Walaupun itu 10% dari total ekspor Indonesia," ungkap Ricky.

Saat ini, perusahaan yang berbasis ekonomi kreatif baru mencapai 8 juta perusahaan. Sekitar 80% di antaranya hanya memiliki pekerja di bawah enam orang. Umumnya, perusahaan mempekerjakan freelance atau pekerja lepas.

Kendati jumlah pekerja per perusahaannya kecil, Ricky masih melihat sebaran potensi dari ekonomi kreatif cukup besar di era ekonomi digital karena mata rantai penjualan produk lebih efektif dan pendek.

"Itu sebabnya platform ekonomi digital menjadi sangat penting dalam mendorong ekonomi kreatif di Indonesia," tegasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia