Advertisement
Penguatan Produksi & Kerja Sama untuk Stabilisasi Inflasi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penguatan produksi sejumlah komoditas pangan di DIY menjadi salah satu strategi yang dipersiapkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dalam rangka menjaga stabilisasi inflasi. Upaya itu dilakukan sebagai langkah untuk menghadapi laju peningkatan permintaan komoditas pangan di Jogja, terlebih setelah bandara baru beroperasi.
Strategi untuk menjaga stabilitas inflasi Jogja itu dibahas dalam Rapat Koordinasi TPID DIY dengan tema Mendorong Kerja Sama Antardaerah dan Efektivitas Tata Niaga dalam Stabilisasi Inflasi Pangan di DIY. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY Budi Hanoto mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah mencari langkah-langkah untuk dapat mengarahkan inflasi ke arah yang lebih rendah dan stabil.
Advertisement
"Inflasi Jogja relatif stabil, hanya memang inflasi pangan masih relatif tinggi yakni 5,83 persen. Beberapa komoditas stabil di level tinggi dan cenderung lebih tinggi dibanding 2017," ujar Budi di Inna Malioboro Hotel, Selasa (25/9).
Budi mengungkapkan ada empat komoditas pangan utama yang diupayakan penguatan produksinya. Antara lain beras, telur ayam, cabai merah dan daging ayam. Keempat komoditas tersebut merupakan penyumbang inflasi pangan dengan bobot keseluruhan mencapai 29%.
BACA JUGA
"Dari keempat komoditas itu, setelah ditelusuri, kendalanya ada pada produksi. Maka dari itu, kami akan kerahkan dulu kekuatan produksi di lokal DIY dari komoditas tersebut," ungkap Budi.
Selain itu, dari sisi ketataniagaan komoditas juga masih menjadi kendala dalam upaya pemenuhan suplai. Untuk itu kerja sama antardaerah, kata Budi, perlu untuk segera didorong. Salah satu alasannya karena untuk memperkuat produksi sejumlah komoditas pangan utama, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi.
Antara lain seperti lahan pertanian untuk pemenuhan produksi komoditas pangan semakin terbatas. Sementara, ke depan dengan dioperasikannya bandara baru permintaan terhadap komoditas pangan tersebut akan semakin tinggi.
"Maka dari itu, harus didukung dengan suplai yang cukup. Kerja sama antardaerah harus segera diinisiasi. Antara lain melalui pemetaan surplus defisit komoditas yang ada di DIY, dan peningkatan sinergi antar daerah untuk mengurangi defisit pasokan," jelas Budi.
Sistem Informasi
Narasumber eksternal dalam Rakorda TPID DIY, yakni Ekonom Jogja Ardito Bhinadi mengungkapkan kebijakan pemerintah dalam pengendalian harga dapat dilakukan pada beberapa hal. Antara lain melalui struktur pasar, perilaku pasar, kinerja pasar dan pola distribusi barang.
Ardito menambahkan kerja sama antardaerah dan pembangunan sistem informasi yang saling terhubung perlu dilakukan. Hal itu dilakukan karena arus barang tidak hanya berputar di wilayah DIY, tetapi juga melewati antardaerah. Di samping itu, kerja sama lintas sektor juga perlu ditingkatkan.
"Karena mengingat harga pangan tidak hanya dipengaruhi oleh produksi, tetapi juga distribusi, infrastruktur dan informasi," imbuh Ardito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
Advertisement
Libur Lebaran, Kendaraan ke Gunungkidul Naik 25 Persen
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi Pertamax Melonjak 33,9 Persen Selama Periode Lebaran 2026
- BI DIY Salurkan Rp4,71 Triliun Uang Kartal Selama Ramadan 2026
- Update Harga Emas Minggu: UBS, Galeri24, Antam Kompak Menguat
- Mobil Listrik China Kuasai Pasar Indonesia, Penjualan Naik 135 Persen
- Bantuan Beras dan Minyak Goreng 33,2 Juta KPM Cair, April Tuntas
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Harga Cabai Anjlok Serentak, Bapanas Pastikan Stok Aman
Advertisement
Advertisement







