Advertisement
Pemilu 2019, Kontribusi Iklan Politik Tak Signifikan

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kontribusi iklan kampanye politik untuk Pemilihan Presiden 2019 terhadap total belanja iklan nasional pada tahun depan diproyeksi tidak akan signifikan.
Executive Director Nielsen Watch Leader Indonesia Hellen Katherina memperkirakan kontribusi iklan politik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak akan jauh berbeda dengan saat Pilpres 2014, yaitu hanya sekitar 2% terhadap total belanja iklan nasional kala itu yang mencapai Rp109,74 triliun.
Advertisement
Dia menyebutkan kontribusi iklan kampanye politik sepanjang Januari-Juni 2018 sudah mencapai 0,8% atau Rp608 miliar terhadap total belanja iklan nasional pada paruh pertama tahun ini.
“Untuk 2019, kami tidak dapat memberikan prediksi angka belanja iklan politik. Namun, melihat tren, kami perkirakan tren serupa [yang terjadi pada 2014] akan terjadi pada 2019. Belanja iklan politik di surat kabar pun masih akan lebih tinggi dibandingkan dengan belanja iklan politik di televisi,” ungkap dia, akhir pekan lalu.
Berdasarkan riset Nielsen, iklan politik pada periode Pilpres 2014 didominasi oleh promosi di media surat kabar dengan nilai belanja Rp1,04 triliun. Adapun, iklan kampanye politik di televisi mencapai Rp922 miliar. Sementara itu, belanja iklan politik di radio dan majalah masing-masing Rp1 miliar.
“Ini karena surat kabar lebih murah harganya untuk beriklan dan lebih efektif. Tren iklan politik kembali banyak ke media televisi usai Pilpres berakhir. Sumbernya pun hanya berasal dari partai politik dan calon pemimpin daerah,” tutur Hellen.
Untuk tahun depan, sebutnya, porsi terbesar iklan politik kemungkinan besar didominasi oleh iklan kampanye calon presiden dan calon wakil presiden (capres/cawapres) serta iklan partai politik.
Sebagai perbandingan, pada 2014, belanja iklan kampanye capres/cawapres mencapai Rp488 miliar dan iklan partai politik mencapai Rp1,35 triliun.
Sementara itu, pada tahun politik 2014, belanja iklan organisasi politik dan pemerintahan bertumbuh 92% menjadi Rp2,04 triliun, dari capaian senilai Rp1,065 triliun pada tahun politik 2009.
Belanja iklan organisasi politik meningkat dua kali lipat yaitu senilai Rp888 miliar pada periode 16 Maret—5 April 2014 dibandingkan dengan periode prakampanye pada 23 Februari—15 Maret 2014 yang berjumlah Rp490 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Berikut Dampak Kebijakan Trump Terhadap Harga Emas dan Nilai Tukar Rupiah Menurut Pakar
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
- Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Berangkatkan 28.319 Pelanggan
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hari Ketiga Lebaran, 40 Ribu Lebih penumpang Kereta Api Kembali ke Jakarta
- Perdana Menteri Kanada Sebut Kebijakan Tarif Trump Bakal Ubah Fundamental Perdagangan Global
- Kebijakan Tarif Donald Trump Bisa Memicu Resesi Ekonomi di Indonesia
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
- IHSG Sempat Anjlok, BEI DIY Sebut Tak Turunkan Minat Investasi
- Jaga Stabilitas Harga, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah 6 Kali Selama Ramadan 2025
- Okupansi Hotel Turun 20 Persen Saat Libur Lebaran 2025, PHRI DIY: Daya Beli Masyarakat Menurun Penyebabnya
Advertisement
Advertisement