Advertisement
Inflasi DIY 2019 Ditargetkan Rendah dan Stabil
Bupati Bantul Suharsono bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Bantul, Jumat (11/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Inflasi DIY selama 2018 mencapai 2,66%. Ditargetkan pada 2019 ini inflasi DIY kembali mencapai titik rendah dan stabil serta berada dalam sasaran rentang target inflasi yang ditetapkan sebesar 3,5%±1%.
Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Probo Sukesi menyampaikan pencapaian inflasi DIY pada 2018 sesuai sasaran. Hal tersebut merupakan andil dari banyak pihak, salah satunya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY.
Advertisement
Selama 2018, TPID telah mengoptimalkan operasi pasar Bulog DIY dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY di titik distribusi utama di perkotaan maupun perdesaan. Langkah ini dilakukan untuk memperpendek arus distribusi pangan. Ada pula kegiatan pasar murah bagi masyarakat dengan kesejahteraan rendah.
TPID juga memperluas jangkauan Rumah Pangan Kita dan Toko Tani Center sebagai channel distribusi di tingkat masyarakat. "Pada tahun ini, dilakukan penguatan Toko Tani Center melalui penambahan teknologi distribusi via e-commerce Titipku," katanya saat ditemui di kompleks Pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (3/1).
BACA JUGA
Pemantauan harga dan distribusi pasokan bahan makanan baik di pasar tradisional, pasar modern, distributor maupun gapoktan di seluruh DIY juga dilakukan. Ada pula peningkatan kegiatan Kios Segoro Amarto dan Segoro Amarto Mobile sebagai price reference store guna menjaga stabilisasi harga bahan pokok.
Pada momentum hari besar keagamaan seperti Lebaran, TPID juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak, hemat, dan seperlunya. Tidak hanya kepada masyarakat, komunikasi efektif juga mulai dilakukan dengan beberapa lembaga seperti dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY dalam penyusunan buku dakwah inflasi bagi ustad penceramah atau dai di seluruh DIY.
Probo mengatakan secara tahunan, deflasi pada komoditas gula pasir dan kosmetik wanita mampu menahan tingginya gejolak inflasi dari tukang bukan mandor dan tarif pendidikan. "Upah tukang di DIY itu tinggi seiring banyaknya pembangunan, apalagi ada bandara baru NYIA [New Yogyakarta Internasional Airport] di Kulonprogo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
Advertisement
Okupansi Hotel di Kulonprogo 70 Persen Didominasi Pemudik
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi Pertamax Melonjak 33,9 Persen Selama Periode Lebaran 2026
- BI Prediksi Ekonomi DIY Triwulan I 2026 Melaju Berkat Efek Lebaran
- Update Harga Emas Minggu: UBS, Galeri24, Antam Kompak Menguat
- BI DIY Salurkan Rp4,71 Triliun Uang Kartal Selama Ramadan 2026
- Mobil Listrik China Kuasai Pasar Indonesia, Penjualan Naik 135 Persen
- Bantuan Beras dan Minyak Goreng 33,2 Juta KPM Cair, April Tuntas
- Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
Advertisement
Advertisement







