Advertisement

Inflasi DIY 2019 Ditargetkan Rendah dan Stabil

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 04 Januari 2019 - 08:30 WIB
Mediani Dyah Natalia
Inflasi DIY 2019 Ditargetkan Rendah dan Stabil Bupati Bantul Suharsono bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Bantul, Jumat (11/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Inflasi DIY selama 2018 mencapai 2,66%. Ditargetkan pada 2019 ini inflasi DIY kembali mencapai titik rendah dan stabil serta berada dalam sasaran rentang target inflasi yang ditetapkan sebesar 3,5%±1%.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Probo Sukesi menyampaikan pencapaian inflasi DIY pada 2018 sesuai sasaran. Hal tersebut merupakan andil dari banyak pihak, salah satunya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY.

Advertisement

Selama 2018, TPID telah mengoptimalkan operasi pasar Bulog DIY dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY di titik distribusi utama di perkotaan maupun perdesaan. Langkah ini dilakukan untuk memperpendek arus distribusi pangan. Ada pula kegiatan pasar murah bagi masyarakat dengan kesejahteraan rendah.

TPID juga memperluas jangkauan Rumah Pangan Kita dan Toko Tani Center sebagai channel distribusi di tingkat masyarakat. "Pada tahun ini, dilakukan penguatan Toko Tani Center melalui penambahan teknologi distribusi via e-commerce Titipku," katanya saat ditemui di kompleks Pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (3/1).

Pemantauan harga dan distribusi pasokan bahan makanan baik di pasar tradisional, pasar modern, distributor maupun gapoktan di seluruh DIY juga dilakukan. Ada pula peningkatan kegiatan Kios Segoro Amarto dan Segoro Amarto Mobile sebagai price reference store guna menjaga stabilisasi harga bahan pokok.

Pada momentum hari besar keagamaan seperti Lebaran, TPID juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak, hemat, dan seperlunya. Tidak hanya kepada masyarakat, komunikasi efektif juga mulai dilakukan dengan beberapa lembaga seperti dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY dalam penyusunan buku dakwah inflasi bagi ustad penceramah atau dai di seluruh DIY.

Probo mengatakan secara tahunan, deflasi pada komoditas gula pasir dan kosmetik wanita mampu menahan tingginya gejolak inflasi dari tukang bukan mandor dan tarif pendidikan. "Upah tukang di DIY itu tinggi seiring banyaknya pembangunan, apalagi ada bandara baru NYIA [New Yogyakarta Internasional Airport] di Kulonprogo," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Pemkab Gunungkidul: Pembangunan Jalan Bantu Mengentaskan Kemiskinan

Gunungkidul
| Kamis, 07 Desember 2023, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 06 Desember 2023, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement