Pertumbuhan Ritel Modern Bakal Ditaksir 10% pada Tahun Ini

 Pertumbuhan Ritel Modern Bakal Ditaksir 10% pada Tahun IniIlustrasi toko modern./(JIBI - Bisnis Indonesia)
07 Januari 2019 11:10 WIB M. Richard Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Penjualan ritel modern ditaksir menembus Rp256 triliun pada 2019, atau tumbuh sekitar 10% dari realisasi tahun lalu.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menyebut, proyeksi tersebut terbilang moderat tetapi masih lebih baik jika dibandingkan dengan capaian pertumbuhan bisnis ritel modern pada 2017 yang hanya 3,7%.

“Bagaimanapun, kami tetap optimistis dan akan melanjutkan pertumbuhan 10% tahun ini, tetapi kami akan tetap hati-hati. Jadi, pertumbuhan 10% kali ini lebih konservatif,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Berdasarkan data Aprindo, nilai penjualan ritel modern pada 2016, 2017, dan 2018 berturut-turut mencapai Rp205 triliun, Rp 212 triliun, dan Rp233 triliun.

Menurut Tutum, kinerja industri ritel modern pada 2019 akan dipengaruhi oleh tren belanja konsumen yang cenderung wait and see seiring dengan berjalannya tahun politik. Selain itu, para peritel masih menghadapi tekanan akibat persaingan dengan pelaku perdagangan elektronik.

“Jadi, dagang-el ini cukup kuat memengaruhi pola berbelanja masyarakat. [Transaksi secara] Luring akan sedikit pengalami hambatan pertumbuhan,” tuturnya.

Mengutip data McKinsey, nilai transaksi dagang-el RI diprediksi menyentuh US$55 miliar—US$65 miliar pada 2022, alias tumbuh delapan kali lipat dari realisasi 2017 yang mencapai US$8 miliar.

Corporate Affair Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart) Solihin Putera optimistis korporasi akan kembali mencatatkan pertumbuhan dua digit tahun ini, ditopang oleh penjualan dari gerai-gerai eksisting.

Dia menjelaskan, tahun ini Alfa akan semakin gencar memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan belanja pelanggannya, yakni melalui platform WizPhone.

Berdasarkan laporan keuangannya, pada kuartal III/2018 Alfamart mencatatkan omzet Rp49,60 triliun, naik 8,77% dari pencapaian periode sama tahun sebelumnya senilai Rp45,60 triliun.

Adapun, Vice President Corporate Communications Transmart Carrefour Satria Hamid mengatakan, perusahaannya akan menambah 22 gerai baru pada 2019.

“Jadi, pertumbuhan pendapatan akan berjalan beriringan dengan penambahan gerai kami,” ucapnya.

Public Relation Manager IKEA Indonesia Ririn Basuki juga menyatakan perusahaan akan tetap melanjutkan tren pertumbuhan positif tahun ini dengan ditopang oleh program IKEA Business, yang membidik segmen pengusaha restoran, kantor, penginapan, dan ritel modern.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia