Buyer Internasional Baru Bermunculan di Jiffina 2019

Buyer Internasional Baru Bermunculan di Jiffina 2019Ketua Organizing Commitee Jiffina 2019 Endro Wardoyo (dua kanan) didampingi panitia memotong tumpeng untuk Jogja International Furniture and Craft Indonesia (Jiffina) 2019 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Senin (11/3)./ Harian Jogja - Gigih M. Hanafi
12 Maret 2019 09:32 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTULJogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019 akan dibuka Rabu (13/3) di Jogja Expo Center, Bantul. Pada pameran yang akan berlangsung 13-16 Maret ini jumlah buyer semakin bertambah dibanding tahun lalu dan ada negara-negara asal buyer yang baru.

Ketua Committee Jiffina 2019 Endro Wardoyo mengatakan registrasi online buyer melalui web resmi Jiffina telah ditutup. Namun, pada hari H pelaksanaan pameran akan dibuka pendaftaran langsung di lokasi. "Per 10 Maret pukul 24.00 WIB, ada 910 buyer dari luar negeri yang mendaftar. Untuk visitor lokal yang sudah teregistrasi sebanyak 1.200 orang. Mereka terdiri dari para pemilik toko mebel dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, dan lainnya," kata dia pada jumpa pers di JEC, Bantul, Senin (11/3).

Jumlah buyer tahun ini pun menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu. Pada gelaran 2018, buyer luar negeri sekitar 890 buyer. Mereka berasal dari 40 negara. Tahun ini, jumlah buyer luar negeri meningkat menjadi 910 dari sekitar 48 negara. Buyer dari negara baru pun bermunculan pada pameran kali ini. Hal ini menunjukkan Jiffina sudah memiliki daya pikat bagi buyer.

"Ada negara baru seperti Burundi, Skotlanda, Lebanon, beberapa negara Eropa, negara eks Uni Soviet seperti Belarus. Amerika juga ada yang baru yakni Puerto Rico," kata dia.

Endro optimistis jumlah ini akan bertambah pada hari H pameran. Diyakini akan ada buyer-buyer lain yang akan langsung datang tanpa registrasI online apalagi saat ini tengah berlangsung rangkaian pameran serupa di Singapura, Malaysia, dan Jakarta. karena itu diyakini buyer akan keliling negara ASEAN untuk hadir di beberapa pameran yang digelar termasuk di DIY.

Jumlah peserta juga mengalami kenaikan dari 280 menjadi 300 orang. Peningkatan hanya 20 peserta karena keterbatasan lokasi pameran. Di antara peserta itu, tidak hanya pengusaha besar tetapi juga industri kecil dan menengah (IKM) yang jumlahnya puluhan. IKM itu nanti akan membuka stan dengan menggunakan fasilitas dari Kementerian Perindustrian ataupun dinas yang menaungi.

"Pada pameran kali ini kami targetkan ada kenaikan transaksi selama pameran. Kalau tahun lalu transaksi US$64 juta [Rp914,4 miliar], tahun ini naik menjadi US$70 juta [Rp1 triliun] hingga US$80 juta [Rp1,1 triliun]," kata dia.

Kenaikan target transaksi selama pameran didasarkan pada beberapa hal. Faktor itu yakni ada kenaikan jumlah peserta, situasi perekonomian di negara maju dinilai cukup baik, serta jumlah buyer yang meningkat.

Endro mengatakan Jiffina 2019 akan dibuka oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Wakil Gubernur DIY Sri Paduka KGPAA Paku Alam X. 

Pelestarian Alam

Endro menjelaskan pada perhelatan keempat ini panitia membawa pesan tentang pentingnya pelaku industri menjaga kelestarian alam. Para pelaku usaha diharapkan bisa menggunakan bahan baku kayu dengan cara memanajemennya dengan baik sehingga kelestarian alam tetap terjaga.

"Selain pameran, ada acara pendukung misalnnya talkshow tentang penguatan IKM pada 14 Maret dengan narasumber dari Ditjen IKM, WWF Indonesia, dan FAO," kata dia. 

Selain itu, ada visit factory yang selalu menjadi unggulan dalam setiap pelaksanaan Jiffina. Para buyer akan disediakan kendaraan untuk berkunjung ke workshop peserta pameran untuk melihat proses produksi, kapasitas, koleksi. "Kalau lokasi pameran ini luasannya 8.640 meter persegi, luasan yang siap dikunjungi untuk visit factory 25.000 meter persegi," kata dia.

Panitia juga bekerja sama denggan Dinas Pariwisata untuk menyediakan tur wisata. Kemudian, akan ada pemberian apresiasi kepada peserta pameran untuk kriteria stan terbaik, produk terbaik, desain terbaik, dan kriteria lainnya.

Saat pembukaan juga akan ada pemberian penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang selama ini peduli terhadap pengembangan IKM. Penghargaan itu akan diberikan kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang dinilai kepeduliannya terhadap pengembangan IKM cukup besar dan berarti bagi pelaku industri mebel.

Penghargaan kedua diberikan kepada Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Gati Wibawaningsih yang program-programnya banyak membantu IKM di Indonesia. Ketiga, akan diberikan kepada Biro Perekonomian Jawa Timur yang alokasi dana melalui APBD sangat besar bagi pengembangan IKM khususnya di Jatim.

Sementara, Agus Sriyono  dari Bidang Artistic Venue & Curatotial Jiffina 2019 mengatakan secara tampilan Jiffina 2019 akan berbeda. Misalnya saja akan ada patung super besar dengan panjang 12 meter yang akan dipajang di dalam area pameran. Kemudian, di luar ada patung dari seniman dan pengusaha yang akan dipajang di sepanjang selasar.

"Di dalam, dari segi artistik kami menatanya sedemikian rupa sehingga tidak ada lokasi yang kosong. Gerbang depan juga dibuat menarik untuk menarik pengunjung dari jalan raya," kata dia. (Kusnul Isti Qomah)